PERESMIAN FRSU: Nusantara Regas lepas FRSU dari Singapura

SINGAPURA: Setelah molor dari jadwal Januari, PT Nusantara Regas akhirnya meresmikan pelepasan floating storage and regasification unit (FRSU) dari Jurong Shipyard, Singapura.Peresmian FRSU yang pertama kali dimiliki Indonesia itu berkapasitas 3 juta
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 April 2012  |  15:36 WIB

SINGAPURA: Setelah molor dari jadwal Januari, PT Nusantara Regas akhirnya meresmikan pelepasan floating storage and regasification unit (FRSU) dari Jurong Shipyard, Singapura.Peresmian FRSU yang pertama kali dimiliki Indonesia itu berkapasitas 3 juta ton liquid natural gas (LNG) dan dapat memasok gas sebanyak 400 MMSCFD untuk PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok."FSRU yang pertama kali ini akan menjadi tonggak penting bagi upaya pemenuhan kebutuhan gas domestik," ujar Komisaris Utama PT Nusantara Regas Karen Agustiawan dalam acara Penamaan dan Penamaan Nusantara Regas Satu-FSRU Jawa Barat di Jurong Shipyard, Kamis, 12 April 2012.  FSRU yang diberi nama Nusantara Regas Satu ini segera berlayar menuju Teluk Jakarta.Fasilitas ini akan menjalani tahapan cooling down & commissioning mulai akhir April dan diharapkan akan beroperasi komersial pada Mei 2012."Hadir pada acara itu Dubes RI di Singapura Andri Hadi, Direktur Eksekutif Jurong Shipyard Ltd Wang Zijian, CEO Golar Energy Management Doug Arnell,  dan Presdir PT Regas Nusantara Hendra Jaya, BPH Migas, Pejabat ESDM.Karen, yang juga Direktur Utama Pertamina, mengungkapkan penuntasan pembangunan FSRU Regas  merupakan salah satu tahapan langkah penting menuju pengoperasian fasilitas terminal penerima LNG yang dikenal dengan Proyek FSRU Jawa Barat tersebut. Fasilitas FSRU Jawa Barat dijadwalkan  mulai beroperasi secara bertahap pada Mei 2012. Menurutnya, FSRU Teluk Jakarta akan menjadi tonggak penting bagi upaya pemenuhan kebutuhan gas domestik. Dengan kapasitas maksimum 3 juta metrik ton LNG per tahun, FSRU Teluk Jakarta dapat memasok gas untuk PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok sebanyak 400 MMSCFD.Permintaan gas domestik pada 2008 telah mencapai sekitar 2.000 MMSCFD. Pada 2020, potensi permintaan gas domesik diperkirakan akan melonjak hingga 4.500 MMSCFD yang utamanya dipicu oleh pertumbuhan kebutuhan pada pembangkit listrik, industri, pupuk, transportasi dan rumah tangga."Dengan FSRU ini, pada tahap awal Nusantara Regas akan dapat memenuhi komitmen pasokan gas kepada PLN dengan kapasitas 1,5 juta ton LNG per tahun," ujar Karen. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bambang Supriyanto

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top