GEMPA ACEH: Tidak ada bandara yang ditutup

JAKARTA: Gempa yang melanda Pulau Simelue, Aceh, berkekuatan 8,9 skala Richter pada pukul 15.38 tidak memengaruhi penerbangan. Tidak ada bandara yang ditutup, sementara terminal penumpang Bandara Sultan Iskandarmuda terlihat retak-retak. "Di
News Editor | 11 April 2012 18:12 WIB

JAKARTA: Gempa yang melanda Pulau Simelue, Aceh, berkekuatan 8,9 skala Richter pada pukul 15.38 tidak memengaruhi penerbangan. Tidak ada bandara yang ditutup, sementara terminal penumpang Bandara Sultan Iskandarmuda terlihat retak-retak. "Di bandara-bandara unit pelayanan teknis (UPT) milik Kemenhub yakni Muko-muko dan Rokot di pesisir NAD, dinyatakan aman," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S. Ervan, Rabu, 11 April 2012. Dia mengungkapkan sesaat setelah gempa tersebut, pesawat Garuda Indonesia diterbangkan dari Bandara Polonia Medan menuju Bandara Sultan Iskandarmuda NAD."Penerbangan Garuda ini sekaligus untuk mengecek instrument landing system (ILS) dan peralatan lainnya di bandara. Berdasarkan visual tidak ada masalah, kalau langsung diterbangi juga akan ketahuan nantinya apakah ada gangguan," tuturnya.Menurutnya, berdasarkan laporan dari General Manager Bandara Sultan Iskandarmuda, semua fasilitas penerbangan seperti runway (landasan pacu), ILS, dan tower, aman, sehingga bandara tetap beroperasi.Untuk bandara lainnya, Bandara Polonia Medan dinyatakan aman, begitu Bandara Internasional Minangkabau.Manager Humas Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan penerbangan Garuda dari dan ke Aceh berjalan normal sesaat setelah terjadinya gempa.Untuk pelabuhan laut, lanjut Bambang, Pelabuhan Sinabang dilaporkan dermaganya turun, bangunan kantor retak-retak dan gudang miring. Tidak ada kapal di dermaga, hanya ada kapal lego jangkar di pelabuhan milik Pertamina.Berdasarkan laporan BMKG, gempa berkekatan 8,9 SR pada 11 April 2012 pukul 15.38 WIB berlokasi di 2.31 LU. Gempa menyebabkan dikeluarkannya peringatan dini tsunami di Bengkulu, Lampung, NAD, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. (tw) 

Sumber : Berliana Elisabeth S.

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top