PROPERTI SINGAPURA: Pembeli asal Indonesia borong 137 unit

 
Anggriawan Sugianto
Anggriawan Sugianto - Bisnis.com 11 April 2012  |  19:56 WIB

 

JAKARTA: Selama kuartal I/2012, pembelian properti di Singapura oleh orang Indonesia dengan aset di atas US$25 juta—baik tapak maupun high rise—tercatat mencapai  137 unit.
 
Dalam riset The Wealth Report 2012 yang dirilis oleh lembaga konsultan properti Knight Frank, Indonesia berada di urutan ketiga pembeli properti asing, di bawah Malaysia dan Cina yang masing-masing menyumbang 184 unit dan 166 unit.
 
Nicholas Holt, Kepala Riset Knight Frank Asia Pasifik, mengatakan Singapura masih merupakan favorit bagi orang Indonesia untuk investasi properti, karena selain dekat, negeri singa itu memiliki faktor-faktor pendukung safe haven investasi properti.
 
Faktor-faktor tersebut antara lain pasar yang liquid, kondisi politik yang stabil, imbal hasil yang relatif tinggi dan struktur hukum yang jelas. Tahun lalu, tercatat pembelian properti di Singapura yang dilakukan oleh orang Indonesia mencapai 1.714 unit, dengan perkiraan nilai investasi Rp15 triliun.
 
“Tapi, ada kemungkinan orang Indonesia dengan aset di atas US$25 juta beralih untuk investasi di negara lain, akibat pemberlakuan additional buyer’s stamp duty (bea tambahan perolehan hak atas tanah) untuk orang asing yang mencapai 10% akhir tahun lalu,” jelasnya hari ini, Rabu 11 April 2012.
 
Menurut Holt, kemungkinan lokasi yang dibidik orang kaya itu adalah London. Tahun lalu, ketertarikan orang kaya Indonesia untuk membeli properti di ibukota Inggris tersebut melalui Knight Frank naik 100%.
 
Dalam ranking yang disusun Knight Frank untuk pembeli properti asal Asia di London, Indonesia naik dua peringkat, dari urutan ke 11 di tahun 2010, ke urutan 9 tahun lalu. Jenis properti yang banyak dilirik adalah bangunan baru yang rata-rata bernilai 375.000 poundsterling. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top