GEMPA ACEH: Aset Pertamina & BP Migas aman

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 April 2012  |  17:47 WIB

 

JAKARTA : BP Migas dan PT Pertamina (Persero) melaporkan aset migas nasional yang berada di sekitar Pulau Sumatra, khususnya di sekitar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berada dalam kondisi aman. 
 
VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun melaporkan aset kilang LNG Arun dan seluruh depot BBM Pertamina di Pantai Timur Sumatera berada dalam kondisi aman pasca gempa 8,5 skala Richter yang mengguncang Aceh pada pukul 15.38 WIB. 
 
“Untuk terminal BBM Sibolga dan Teluk Kabung juga dalam kondisi aman. Sedangkan untuk depot Meulaboh, Simeuleu dan Krueng Raya Banda Aceh juga dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Harun hari ini.
 
Harun mengatakan semua fasilitas Pertamina di daerah tersebut saat ini dipastikan dalam kondisi aman dan beroperasi seperti biasa. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa di Aceh sore tadi berpotensi tsunami. Adapun pusat gempa berada di perairan sebelah barat Aceh.
 
Fasilitas Exxon
 
Sementara itu Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana memastikan aset migas milik ExxonMobil di Blok B dan di fasilitas anjungan North Sumatra Offshore serta Blok A milik Medco juga berada dalam kondisi aman. 
 
“Anjungan di tengah laut, jadi tsunami tidak terasa,” ujarnya. 
 
Menurutnya, fasilitas migas di Aceh sudah didesain tahan gempa dan pada gempa sebelumnya pada 2004 juga tidak ada dampaknya. 
 
Sementara itu Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto melaporkan PLTG Belawan dan PLTD Aceh sempat terganggu sesaat setelah gempa. Saat ini sebagian kecil wilayah di Sumatra Utara dan Aceh padam. 
 
“Saat ini sedang berlangsung proses penormalan dan berangsur normal. Petugas terus berupaya menormalkan pasokan listrik untuk mendukung proses pemulihan pasca gempa,” ujarnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top