ANGKUTAN DARAT: Terminal Oso Wilangun perlu revitalisasi

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar segera melakukan upaya revitalisasi fasilitas Terminal Tambak Oso Wilangun dengan memperluas infrastruktur angkutan darat tersebut.Kepala Dinas Perhubungan, Lalu Lintas dan
News Editor | 10 April 2012 23:11 WIB

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar segera melakukan upaya revitalisasi fasilitas Terminal Tambak Oso Wilangun dengan memperluas infrastruktur angkutan darat tersebut.Kepala Dinas Perhubungan, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jatim, Wahid Wahyudi menegaskan Pemprov sangat menginginkan agar terminal TOW bisa segera diperluas sehingga layanannya bisa semakin baik.“Proses revitalisasi terminal TOW dan peningkatan layanan menjadi keniscayaan yang harus dilakukan Pemkot Surabaya. Upaya ini mesti didukung dengan sejumlah langkah integratif agar terminal itu memiliki konektivitas angkutan sehingga penumpang dimudahkan untuk mencapai tujuan,” kata Wahid ketika dihubungi Bisnis, malam ini, (Selasa, 10/4).Wahid menegaskan langkah pengembangan TOW termasuk perluasan sangat dibutuhkan dan mendesak. “Saat ini daya tampung terminal TOW masih minim. Apalagi segera dilaksanakannya perubahan trayek bus jalur pantura yang wajib masuk terminal,”  tegasnya.Wahid mengungkapkan upaya itu juga untuk menjawab adanya aksi unjuk rasa sopir dan awak bus jurusan Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban-Jawa Tengah yang menginginkan untuk bisa kembali singgah di TOW dimana saat ini dipusatkan ke Purabaya.“Aksi mogok supir dan awak bus hari ini [Selasa, 10/4] harus direspon dengan kepala dingin serta positif, sehingga mesti dicarikan jalan keluarnya. Langkahnya ya TOW harus diperbaiki dan diperluas agar lebih nyaman,” ujarnya.Wahid juga menyatakan  pihaknya juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk menyiapkan angkutan kota sebagai penunjang perubahan trayek bus jurusan pantura di Terminal TOW.“Jika tidak dilakukan, maka warga yang akan melakukan perjalanan melalui pantura tidak mendapat layanan angkutan kota yang memadai.”Wahid menjelaskan saat ini, kapasitas bus di Terminal TOW hanya mampu menampung 100 armada bus.“Jika perubahan trayek ini dilaksanakan, maka dipastikan akan ada 392 bus yang ada di terminal di kawasan Surabaya Utara tersebut. Padahal, berdasarkan hasil evaluasi Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub dan Dishub LLAJ Jatim, Terminal TOW hanya mempunyai kapasitas sekitar 100 bus.Lebih jauh dia mengatakan untuk yang operasional sekarang ada 180 armada.”Kalau ditambah dari Terminal Purabaya, maka akibat perubahan trayek. Jadi totalnya bisa 392 bus dengan asumsi 30% di terminal tujuan, 30% di jalan, dan 40% ada di Terminal TOW atau sekitar 150 bus,” terangnya. (arh)

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top