BI RATE: Suku bunga acuan bakal tetap 5,75%

JAKARTA: Analis memprediksi Bank Indonesia akan tetap menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada April 2012 untuk memberi sinyal kepada masyarakat bahwa inflasi berada pada batas aman. Analis Ekonomi PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih
Erlan Imran | 10 April 2012 21:00 WIB

JAKARTA: Analis memprediksi Bank Indonesia akan tetap menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada April 2012 untuk memberi sinyal kepada masyarakat bahwa inflasi berada pada batas aman. Analis Ekonomi PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan BI tampaknya masih menunggu dan mengamati fluktuasi ekonomi, di tengah ekspektasi inflasi akibat isu kenaikan harga BBM awal bulan ini. "Pak Darmin [Gubernur BI] pernah memberi sinyal akan menjaga BI Rate tetap aman di kisaran 5,75% meski BBM naik," ujar Lana kepada Bisnis, Selasa, 10 April 2012. Dia berpendapat kemungkinan BI menurunkan suku bunga 25 basispoin (bps) saat ini masih cukup besar melihat suku bunga riil yang sekitar 196 bps. Kesempatan bank sentral menurunkan BI Rate hanya bisa dilakukan sebelum akhir Semester I/2012. Pasalnya, menjelang Idulfitri pada Juli-Agustus, inflasi diperkirakan meningkat dan menyulitkan BI menurunkan suku bunga. "Timing untuk menurunkan BI Rate harusnya sekarang, kalau tidak akan sulit menjelang lebaran. Potensi menurunkan lain pada September atau oktober," katanya. Lana juga menuturkan ketidakpastian pemerintah dalam melaksanakan kenaikan BBM bersubsidi membebani bank sentral dalam menentukan tingkat suku bunga. "Seharusnya pemerintah memberi sinyak kepada BI, karena ada kemungkinan ekspektasinya berbeda dengan publik." Dia menyarankan bank sentral untuk menurunkan tingkat suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) untuk mendorong likuiditas kredit perbankan.(01/tw) 

Tag :
Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top