INDUSTRI PERBENIHAN butuh investasi asing Rp100 miliar

JAKARTA: Industri perbenihan nasional membutuhkan investasi asing lebih dari Rp100 miliar untuk memenuhi kebutuhan industri hortikultura dalam negeri.Afrizal Gindow, Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia, mengungkapkan investasi
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 09 April 2012  |  16:01 WIB

JAKARTA: Industri perbenihan nasional membutuhkan investasi asing lebih dari Rp100 miliar untuk memenuhi kebutuhan industri hortikultura dalam negeri.Afrizal Gindow, Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia, mengungkapkan investasi tersebut juga akan mereduksi ketergantungan suplai benih yang diperoleh melalui mekanisme impor.Dia mencatat sepanjang tahun lalu volume impor benih hortikultura mencapai 4.351 ton, atau 30% dari kebutuhan benih nasional."Produsen benih tahun ini akan semakin kewalahan memenuhi tingkat permintaan benih industri hortikultura yang terus meningkat setiap tahun," ujarnya.Permintaan benih diproyeksi akan mencapai 13.000 ton, sementara produsen benih hanya mampu menyuplai 6000-7000 ton.Jenis benih hortikultura dengan tingkat permintaan tertinggi masih didominasi oleh varietas kubis-kubisan dan jagung manis yang mencapai 500 ton dan 150 ton.Namun, hingga kini tidak banyak produsen benih domestik yang mampu memenuhi suplai benih kubis-kubisan dan jagung akibat perubahan iklim yang tidak menentu."Ketergantungan impor masih cukup tinggi. Satu-satunya jalan keluar yang perlu dipertimbangkan yakni dengan membuka investasi asing," ungkapnya kepada Bisnis, Senin, 9 April 2012.(25/tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top