MINYAK SAWIT: China diminta impor barang jadi

 
Erlan Imran | 09 April 2012 20:28 WIB

 

 

JAKARTA: Pemerintah berupaya mengembangkan industri hilir dengan meminta China mengimpor minyak kelapa sawit lebih banyak dalam bentuk produk barang jadi.

 

Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah kembali menandatangani nota kesepahaman dengan China terkait pengembangan investasi industri hilir, khususnya produk Crude Palm Oil (CPO) dan karet.

 

“Terkait industri pengolahan hilir, kita berharap China imppor tidak dalam bentuk CPO, tetapi finish product,” ujar Suswono usai menghadiri pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Wakil Perdana Menteri China Hui Liangyu di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Senin, 9 April 2012.

 

Dari sisi pertanian, Suswono menambahkan perdagangan Indonesia mengalami surplus terhadap China mencapai US$4 miliar sampai  akhir tahun lalu.

 

“MoU [Memorandum of Understanding] ini memperpanjang nota yang sebelumnya, juga terkait riset. Nanti akan ada joint committee yang baru, seperti working group,” ujarnya.

 

Melalui kerjasama ini, Suswono juga optimis China bisa menjadi sumber investasi baru, tak hanya dalam cakupan industri perdagangan dan pertanian, tetapi juga infrastruktur. hal ini, lanjut dia, terlihat dari minta besar China berperan serta dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda.

 

Berdasarkan siaran pers, pertemuan bilateral ini juga membahas peningkatan kerjasama ekonomi untuk mendorong volume perdagangan kedua negara mencapai US$80 miliar pada 2015.

 

Selain itu, kedua negara juga menandatangani perjanjian kerjasama bantuan gempa bumi dan tsunami. Adapun pemerintah Indonesia diwakili oleh BMKG dan LIPI, sementara China oleh China National Earthquake Administration.(msb)

 

Sumber : Lavinda

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top