KERJA SAMA EKONOMI: RI berharap investasi Uni Eropa bertambah

 
News Editor | 09 April 2012 17:53 WIB

 

 

BANDUNG: Rencana perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia-Uni Eropa (UE) diharapkan dapat meningkatkan investasi dari Uni Eropa ke Indonesia.

 

Ketua Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN Julian Wilson mengatakan Indonesia baru mendapat 1,6% dari total penanaman modal UE ke negara-negara di Asia.

 

“Investasi UE  banyak diserap China dan India, porsi Indonesia masih sangat sedikit,” katanya saat acara Business Gathering and Socialization of the Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di Bandung, Senin, 9 April 2012.

 

Dia mengatakan seharusnya Indonesia bisa mendapat porsi 8% dari investasi yang ditanamkan UE ke negara Asia. Saat ini, investasi yang sudah tertanam sebesar US$50 miliar dari 700 perusahaan UE yang ada di Indonesia.

 

Menurutnya UE siap menggelontorkan dana investasi 3 kali lipat atau sebesar US$150 miliar ke Indonesia. Hanya, pihaknya menginginkan jaminan investasi dari Indonesia.

 

“Dengan adanya kerjasama CEPA ini, kami berharap Indonesia bisa memberikan jaminan investasi sehingga kami bisa berinvestasi lebih besar lagi di sini,” ujarnya.

 

Investasi yang lebih besar itu, katanya, akan memberi keuntungan bagi Indonesia a.l dalam penyerapan tenaga kerja. Saat ini, tak kurang dari 500.000 tenaga kerja sudah terserap oleh perusahaan UE di Indonesia.

 

“Investasi UE ini ditargetkan untuk meningkatkan nilai tambah bagi industri Indonesia juga,” katanya.

 

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia berharap CEPA UE tidak bersikap sama seperti free trade agreement seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan China atau Jepang.

 

“Kami tidak mau kecolongan lagi seperti FTA dengan China atau IJEPA dengan Jepang di mana lebih banyak sektor perdagangan yang menyerbu pasar-pasar lokal. Kita malah banyak dirugikan karena mereka mendominasi pasar,” kata Ketua Apindo Sofjan Wanandi.

 

Menurutnya, jika CEPA menggalakkan sektor investasi juga akan menguntungkan pengusaha lokal karena pihaknya dapat menjadi mitra kerja UE.

 

Belajar dari pengalaman AFTA China, Apindo pun akan terus melakukan sosialisasi CEPA ke beberapa daerah yang berpotensi menjadi partner strategis UE.  “Sampai 3-6 bulan ke depan kami akan menyosialisasikan ini untuk mendapat masukan juga apa yang pengusaha inginkan dari CEPA ini,”katanya,.

 

Dia melanjutkan nantinya hasil sosialisasi ini akan disampaikan kepada pemerintah. Pemerintah bisa menjadikannya sebagai bahan negosiasi  yang menguntungkan dengan  UE  mendatang.  Rencananya, CEPA Indonesia-UE sendiri akan dijalankan mulai 2015 nanti.

 

Sofyan menjelaskan perjanjian kerjasama dengan UE ini memang harus segera dijalankan karena Indonesia bisa tertinggal dari negara-negara Asia lain.  Menurutnya, Vietnam, Malaysia, dan singapura sudah bernegosiasi dengan UE.

 

“Kalau mereka sudah menjalankan kerjasama, justru barang-barang kita bisa terdiskriminasi dan barang-barang merekalah yang mendapat keuntungannya,”paparnya.(msb)

 

 

Sumber : Dinda Wulandari

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top