PROPERTI SINGAPURA: Pembeli Indonesia berpaling ke Malaysia

 
Anggriawan Sugianto
Anggriawan Sugianto - Bisnis.com 08 April 2012  |  17:38 WIB

 

JAKARTA: Tingginya harga dan penaikan biaya materai untuk penjualan properti di Singapura akan menyebabkan konsumen asal Indonesia mengalihkan minatnya ke Malaysia.
 
Rusmin Lawin, Sekretaris Jenderal Federasi Real Estate Internasional (FIABCI) Regional Asia Pasifik, mengatakan tren minat konsumen Indonesia terhadap property di Malaysia belum bisa dibilang naik atau turun.
 
“Namun, dengan semakin tingginya harga dan perubahan regulasi pajak stamp duty [materai] di Singapura, ada peluang orang Indonesia menggeser minatnya ke Malaysia,” katanya kepada Bisnis  hari ini.
 
Sebelumnya, pemerintah Singapura memberlakukan peraturan bahwa properti yang dibeli sejak 14 Januari 2011  akan terkena pajak stamp duty berturut-turut 16%, 12%, 8%, dan 4% untuk penjualan kembali dalam jangka waktu satu, dua, tiga, dan empat tahun setelahnya.
 
Rusmin menambahkan, pasar bagi konsumen asing untuk properti di Malaysia masih cukup besar, sementara minatnya belum terlalu tinggi.
 
Foreign buyers Cuma menyumbang 6% dari total pasar properti Malaysia, dari jumlah tersebut Indonesia berkontribusi sekitar 20%,” jelasnya. 
 
Konsumen asal Singapura masih mendominasi dengan sumbangan sebesar 30%, sedangkan sisanya berasal dari Timur Tengah, China, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top