KADIN BALI siapkan sinergi investasi bangun air bersih

DENPASAR: Kamar Dagang dan Industri Bali berniat menginvestasikan pengembangan sistem air bersih tahap sungai Ayung yang mengalir di tengah pulau Bali dengan konsep sinergi investasi dengan pemerintah daerah dan pusat.Pengembangan sistem air bersih di
Matroji | 08 April 2012 14:13 WIB

DENPASAR: Kamar Dagang dan Industri Bali berniat menginvestasikan pengembangan sistem air bersih tahap sungai Ayung yang mengalir di tengah pulau Bali dengan konsep sinergi investasi dengan pemerintah daerah dan pusat.Pengembangan sistem air bersih di Bali, dibagi menjadi tiga bagian, yakni timur, tengah dan barat yang tergabung dalam konsep Sarbagitaku. Bagian timur tercatat mengandalkan air permukaan dari sungai Petanu yang berpotensi mengalirkan 300 liter per detik, bagian tengah di sungai Ayung dengan potensi 1.800 liter per detik. Semetara untuk bagian barat di sungai Penet dengan potensi 300 liter per detik dan sungai Unda dengan 700 liter per detik.Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Gde Sumarjaya Linggih mengatakan upaya ini untuk menginisiasi inisiatif pemerintah untuk mengembangkan sistem air bersih yang sudah sangat sulit dipenuhi oleh Perusahaan Daerah Air Minum setempat.Gde menjelaskan sinergi itu akan memberikan pencapaian pemanfaatan air sungai yang selama ini belum tergarap oleh pemerintah. “Kita berharap sinergi antara pemerintah, swasta dan BUMD akan berlanjut,” katanya kepada Bisnis, hari ini.Selain mengurangi penggunaan air sumur, pemanfaatan air sungai Ayung juga mampu mengendalikan air sungai yang biasa meluap saat musim hujan. "Pemanfaatan air sungai itu, juga termasuk pembangkitan listrik yang berpotensi mengalirkan sebanyak 10 Megawatt," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Konstruksi dan Konsultasi, Ida Bagus Nyoman Sudewa.Secara teknis, lanjut Sudewa, Kadin mengusulkan pembangunan waduk di bagian tengah aliran untuk menampung dan mengelola debit air yang dihasilkan dari sejumah sumber sungai Ayung. Selanjutnya di kolam waduk diproyeksikan ada instalasi pengolahan air minum/ Water Treatment Plan untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota di Bali.Untuk sisi luar waduk, diproyeksikan untuk membangun generator yang berisi turbin yang diputar air untuk mengalirkan listrik. “Konsep ini yang sedang kami gagas dan rancang untuk pengelolaan air yang selama ini belum termanfaatkan.”Adapun pembagian pembiayaan, Kadin Bali bersedia menyiapkan perusahaan bentukan yang berisi seluruh pengusaha asal Bali lengkap dengan pendanaan. Perusahaan bentukan itu nantinya untuk menyediakan instalasi pengolahan air beserta pipanisasi dan listrik. Namun, pembangunan waduk harus terpenuhi oleh pemerintah pusat dan pengaliran air jaringan pelanggan akan dipenuhi oleh BUMD, yakni PDAM.Berdasarkan data Kadin Bali, bagian timur aliran permukaan tanah sudah ditangani pemerintah dengan talangan dana APBN senilai Rp60 miliar. Namun, untuk pengembangan di tengah dan barat masih belum ada peminat.Hanya investor dari Korea saja yang saat ini masih menyelesaikan tahap feasibility study untuk pengembangan di sungai Unda. “Dana APBN itu digulirkan untuk mempercepat penyediaan air bersih di tingkat konsumen serta untuk mengurangi penggunaan air sumur.”Sebelumnya, Pemerintah Bali melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan menawarkan sejumlah proyek infrastruktur pengelolaan air bersih di empat kabupaten/kota dengan estimasi biaya total sebesar Rp1,305 triliun.Keempat penawaran pengembangan proyek itu belokasi di Metaum Kabupaten Tabanan, Tukad Unda Kabupaten Klungkung, Waribang Kota Denpasar dan Dam Ayung Kabupaten Badung. Suplai air bersih dari empat pengembang ini terintegrasi dalam satu pengelolaan air bernama Sarbagitaku.Kepala badan Penanaman Modal dan Perizinan Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan secara keseluruhan proyek untuk menjamin kuantitas dan kualitas air bersih di Bali ini terbagi menjadi tiga tahapan. Seluruh tahapan mempunyai lingkup proyek pembangunan Water Treatment Plan dengan pengadaan dan pemasangan pipa transimisi dan distribusi induk. "Untuk mencapai ke pelanggan, akan didstribusikan oleh PDAM.”Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Denpasar Ida Bagus Ngurah Wardana mengatakan kebutuhan air minum di sejumlah Kabupaten/Kota di Bali sudah meninggi. Berdasarkan hasil studi JICA dan masterplan Sarbagitaku, kebutuhan di Bali selatan saja sudah 76% dari total konsumsi air di Bali.(Faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top