PLN siap gelar tender proyek interkoneksi Jawa-Sumatra

 
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 April 2012 19:08 WIB

 

JAKARTA : PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menggelar tender proyek interkoneksi Sumatra-Jawa melalui sistem transmisi berteknologi Tegangan Tinggi Arus Searah (High Voltage Direct Current/HVDC) pada bulan ini. 
 
Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN, mengatakan proyek senilai Rp20 triliun ini rencananya mulai dibangun pada 2013 dan ditargetkan beroperasi pada 2017.
 
“Dengan proyek ini, ke depannya akan dimungkinkan untuk menyalurkan listrik baik dari pembangkit yang ada di Sumatra Selatan ke Jawa, mau pun dari pembangkit di Jawa ke Sumatra,” ujarnya dalam keterangan pers  hari ini. 
 
Sistem interkoneksi yang akan dibangun, lanjut Bambang, dirancang untuk mampu menyalurkan daya sebesar 3.000 MW dari Sumatra ke Jawa-Bali mau pun sebaliknya.
 
Proyek ini akan terdiri dari stasiun pengubah listrik AC menjadi DC (stasiun konverter) di Muara Enim dan listrik DC akan diubah kembali menjadi listrik AC (stasiun inverter) di Bogor. 
 
Adapun lingkup proyek transmisi sejauh kurang lebih 700 km itu akan meliputi 5 pekerjaan. Satu, membangun stasiun konverter/inverter di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan dan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Dua, membangun saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 km dari Ketapang, Lampung hingga Salira, Banten yang melintasi Selat Sunda. Tiga, membangun saluran transmisi udara 500 kV DC dari Muara Enim ke Ketapang dan dari Salira ke Bogor. 
 
Empat, membangun saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim ke PLTU mulut tambang, dan dari stasiun inverter Bogor ke sistem transmisi 500 kV Jawa-Bali. Lima, membangun saluran transmisi udara 275 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim ke sistem transmisi 275 kV Sumatra.
 
Bambang mengatakan nilai investasi proyek ini sekitar Rp20 triliun akan didanai sebagian besar dari pinjaman JICA (Japan International Cooperation Agency) dan dari anggaran PLN sendiri. Selama kegiatan rekayasa dan supervisi konstruksi, PLN dibantu konsultan konsorsium Newjec Inc, J-Power, Connusa Energindo, dan Kwarsa Hexagon.
 
Saat ini PLN sedang mengurus perizinan pembebasan lahan di Sumatra Selatan, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Pemda dan masyarakat diharapkan bisa bersama-sama mendukung demi kelancaran proyek ini. Adapun AMDAL proyek ini telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup melalui dokumen No.461 Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009.  
 
“Penggabungan sistem kelistrikan di Jawa-Bali dengan kapasitas terpasang lebih dari 30.000 MW dengan sistem kelistrikan di Sumatra dengan beban sekitar 5.000 MW, akan meningkatkan efektivitas penggunaan energi dengan skala ekonomi yang lebih efisien,” jelas Bambang. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top