PROYEK JALAN TOL: Ruas Ungaran-Bawen siap operasi medio 2013

 
Linda Tangdialla | 06 April 2012 16:15 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah menargetkan ruas tol Ungaran--Bawen sepanjang 11,9 kilometer yang merupakan bagian dari Semarang-Solo dapat beroperasi pada pertengahan 2013, menyusul rencana penyelesaian konstruksi pada April 2013.

 

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan kepastian kelanjutan proyek itu juga menyusul telah ditandatanganinya kesepakatan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol ruas itu pekan lalu.

 

"Saya harap pertengahan tahun depan sudah bisa beroperasi, karena konstruksi sudah bisa jalan. Tingkat kebutuhan akan tol ini juga cukup besar, karena sebelumnya ruas Semarang-Ungaran sudah berfungsi," ujar Djoko.

 

Dia mengatakan selain operasional seksi Ungaran-Bawen, pemerintah juga berharap seksi tiga Bawen-Solo bisa segera dirampungkan, dan dimulai konstruksinya. Pasalnya ketiga seksi itu merupakan bagian dari ruas Semarang-Solo sepanjang 11,9 kilometer tersebut.

 

Berdasarkan data dari Subdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian PU Berdasarkan data PT TMJ, hingga saat ini lahan yang telah berhasil dibebaskan mencapai 88% dari total 136 hektar yang harus dibebaskan.

 

Sisa lahan yang belum dibebaskan antara lain terkendala kesepakatan harga ganti rugi, Hasil perhitungan tim appraisal independen, harga pasaran tanah di seksi tersebut bervariasi antara Rp 80.000 – Rp 128.000, namun ada pemilik tanah yang meminta harga hingga Rp450.000.

 

Proyek pembangunan ruas tol Ungaran-Bawen terbagi menjadi empat paket konstruksi yaitu Kalirejo-Beji (3,25 KM), Beji-Tinalun (3,9 KM), Tinalun-Lemah Ireng (3,825 KM) dan Lemah Ireng-Bawen (1,015 KM).

 

Pelaksanaan konstruksi tol itu, dilaksanakan oleh tiga kontraktor yaitu PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan dan PT Adhi Karya.

 

SOLO--KERTOSONO

 

Sementara itu, dalam perkembangan lain Menteri PU juga menghimbau agar konstruksi tol Solo-Kertosono bisa rampung pada 2014 mendatang. Pasalnya, menurut dia, permasalahan pembebasan lahan disana tidak terkendala seperti di ruas Semarang-Solo dan ruas lainnya.

 

Selain itu, katanya, ruas itu nantinya juga akan terkoneksi dengan ruas Semarang-Solo. Sehingga, waktu tempuh kendaraan dari Semarang menuju Kertosono bisa dipersingkat dengan beroperasinya kedua ruas itu.

 

Pelaksanaan konstruksi tol sepanjang sekitar 181 kilometer itu dibagi dalam dua bagian. Khusus untuk konstruksi tol Solo-Kertosono ruas Colomadu-Karanganyar (20,9 KM) dan Saradan-Kertosono (40,1 KM) dilakukan Pemerintah karena nilai kelayakan finansial yang hanya 17,5%. Sedangkan ruas Karanganyar-Saradan (120 KM) akan dibangun oleh investor swasta.

 

Sementara dari perhitungan pendaan, artinya, kewajiban pembiayaan pemerintah mencapai Rp3,55 triliun sedangkan nilai konstruksi swastanya mencapai Rp 5,57 triliun. Untuk dana pembebasan tol sepanjang 181 KM tersebut sebesar Rp 1,85 triliun. (ea)

 

BACA JUGA:

HARGA CPO: Minyak sawit Malaysia ke puncak tertinggi

TARIF PENYEBERANGAN: Tarif Merak—Bakauheni naik 19%-24%

Tag :
Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top