MINYAK KAYU PUTIH: PTBA optimalkan dana provisi lingkungan Rp204,8 miliar

JAKARTA: PT Tambang Batubara Bukit Asam mulai melirik nilai ekonomi yang diperoleh dari revegetasi tanaman kayu putih di lahan timbunan bekas tambang. PTBA akan mengoptimalkan dana provisi lingkungan sebesar Rp 204,8 miliar untuk menyokong komersialisasi
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 05 April 2012  |  18:51 WIB

JAKARTA: PT Tambang Batubara Bukit Asam mulai melirik nilai ekonomi yang diperoleh dari revegetasi tanaman kayu putih di lahan timbunan bekas tambang. PTBA akan mengoptimalkan dana provisi lingkungan sebesar Rp 204,8 miliar untuk menyokong komersialisasi produk minyak kayu putih.Perusahaan tambang batubara berpelat merah tersebut berencana mengoptimalkan kapasitas produksi tanaman kayu putih dengan menambah lokasi revegetasi di sejumlah timbunan tambang seperti di Air Laya seluas 3.350 hektar, Banko Barat 2.054 ha, dan Muara Tiga Besar 2.078 ha.Hingga kini, perkebunan kayu putih milik PTBA itu telah ditanami sekitar 166.440 tanaman, dan terdapat sekitar 74.000 tanaman kayu putih siap panen, dengan umur tanaman hingga sepuluh tahun. Kapasitas produksi akan bertambah menyusul meningkatnya lokasi tambang yang sudah tidak produktif dan siap untuk diremajakan kembali.Sekretaris Perusahaan PTBA Hananto Budi Laksono mengungkapkan proses komersialisasi sedang dalam tahap uji coba. PTBA akan menggalang kontrak kerjasama dengan sejumlah Dinas Kehutanan dan Perkebunan di sejumlah propinsi untuk merencanakan peta pemasaran.Selain itu, PTBA akan memanfaatkan sebagian besar dana provisi lingkungan dan reklamasi tambang sebesar Rp 204,8 miliar untuk mendirikan fasilitas penyulingan minyak kayu putih. Unit bisnis penyulingan tersebut akan beroperasi dengan menggunakan ketel suling yang berkapasitas 1.000 Kg.“Pembangunan usaha penyulingan minyak kayu putih ini membutuhkan investasi yang cukup besar. Tapi nantinya akan memberikan nilai tambah baik bagi perusahaan maupun masyarakat karena menyerap lapangan kerja,” ungkapnya kepada Bisnis hari ini.(api)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top