ENERGI BERSIH: Dukungan perbankan dihargai pemerintah

JAKARTA: Pemerintah menyambut baik masuknya perbankan nasional dalam mendukung upaya  mewujudkan pengembangan energi bersih di Indonesia.Djadjang Sukarna, Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM berharap
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 April 2012  |  17:58 WIB

JAKARTA: Pemerintah menyambut baik masuknya perbankan nasional dalam mendukung upaya  mewujudkan pengembangan energi bersih di Indonesia.Djadjang Sukarna, Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM berharap perbankan nasional tidak sekedar melihat peluang, tapi bisa terjun langsung dalam pengembangan energi bersih.“Acara ini mengindikasikan perbankan nasional mulai melirik, saya harap bukan sekedar melirik saja tapi bisa langsung berkecimpung dalam rangka pengembangan energi nasional, khususnya masalah kelistrikan,” ujarnya dalam acara workshop tentang 'Aspek-aspek Penting dalam Menilai Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik Mini Hidro Skala 1-10 MW' yang diselenggarakan Bank Mandiri, hari ini.Djadjang mengatakan selama ini pengembangan energi bersih seperti panas bumi misalnya, dukungan dananya masih didominasi oleh perbankan asing, seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC).“Kalau panas bumi itu pasti JBIC lagi, JBIC lagi. Jadi kalau perbankan nasional kita bisa masuk ke renewable energy, mudah-mudahan bisa lebih cepat realisasinya. Ini juga akan menggiatkan ekonomi dalam negeri,” ujarnya.Djadjang berharap perbankan nasional tidak hanya masuk di sektor mini hidro, tapi juga di energi terbarukan lainnya. Potensi sumber energi baru terbarukan di Indonesia masih sangat besar, kurang lebih 160 GW dan itu belum termasuk energi nuklir. “Yang digunakan baru 9 GW. Potensi mikro hidro sendiri tidak kurang dari 770 MW,” ujarnya.Sementara itu Budi Siahaan, SVP Institutional Banking Group II Bank Mandiri mengatakan pengembangan energi bersih merupakan peluang bagi perbankan nasional untuk ikut mendanai proyek-proyeknya. Menurutnya, bank bukan sekedar industri yang berorientasi pada keuntungan semata, tapi juga peduli terhadap lingkungan hidup.“Di masa depan, pembiayaan proyek yang berorientasi lingkungan hidup juga menjadi perhatian Bank Mandiri,” ujar Budi. (faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top