PRODUK HALAL: Malaysia tingkatkan kapasitas ekspor 6%

KUALA LUMPUR:  Malaysia pada tahun ini menargetkan kenaikan kapasitas ekspor produk halal sekitar 6% dari tahun lalu, karena kebutuhan pasar global dinilai masih kekurangan pasokan berbagai komoditas yang dilengkapi label halal.Dato Seri Jamil Bidin,
Muhammad Sarwani | 05 April 2012 16:45 WIB

KUALA LUMPUR:  Malaysia pada tahun ini menargetkan kenaikan kapasitas ekspor produk halal sekitar 6% dari tahun lalu, karena kebutuhan pasar global dinilai masih kekurangan pasokan berbagai komoditas yang dilengkapi label halal.Dato Seri Jamil Bidin, CEO Halal Industry Development Corporation (HDC), mengatakan optimistis bias mencaai peningkatan itu. Sebab, marketnya masih sangat luas sehingga Malaysia akan mengejar peluang ke berbagai negara potensial.”Salah satu negara di antaranya adalah China yang saat ini memiliki jumlah penduduk muslim sekitar 30 juta lebih,” katanya kepada wartawan di tengah-tengah Malaysia International Halal Showcase 2012, atau Malaysia Week Halal 2012 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia (Kamis, 5 April 2012).Tugas utama HDC adalah membawa industri halal Malaysia memasuki pasar global, dan menjadi satu-satunya lembaga di Malaysia yang mengeluarkan sertifikat halal, termasuk proses awal hingga sertifikat diberikan kepada pelaku usah akecil menengah (UKM).Oleh karena itu HDC berperan besar meningkatkan pasar ekspor produk UKM. Meski demikian, katanya, program halal di Malaysia bukan hal yang eksekutif. Sebab,halal dewasa ini bukan hanya melekat pada makanan dan minuman saja.Halal juga telah masuk ke sektor industri seperti yang dilakukan Malaysia terhadap perusahaan UKM yang ingin mendapat sertifikat halal.  Sebagai negara yang berkeinginan menjadi pusat halal dunia, Malaysia melakukan sertifikasi halal bagi setiap produk.Terutama produk UKM dan produk non UKM  yang ingin mendapat pasar global. Selain China, negara lain yang menjadi target utama pasar Malaysia adalah India dan Indonesia. Pada kedua negara tersebut, jumlah penduduk muslimnya sangat ideal dijadikan pasar ekspor.Pada tahun lalu, Malaysia meraih omzet ekspor sekitar RM35 triliun yang terdiri dari RM12 triliun dari produk yang terkait makanan dan minuman halal, sekitar RM12 triliun lainnya dari konten produk halal, dan sejumlah RM7 triliun dari sector produk dari keturunan palm oil.Adapun negara yang telah menjadi sasaran Malaysia selama ini, di antaranya Jepang, Australia maupun Korea Selatan dan Filipina. “Namun, kami juga sangat fokus menyasar pasar ke negara tetangga yang umumnya memiliki penduduk musim.”(api)

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top