BUDIDAYA UDANG: Sidrotun raih penghargaan internasional

JAKARTA: Peneliti muda Sidrotun Naim memberikan angin segar terhadap budidaya udang di Indonesia atas penelitian terhadap virus infectious myonecrosis virus (Imnv). Dia meraih penghargaan internasional L'Oreal-UNESCO for Women in Science International
Zulkarnaini Muchtar | 04 April 2012 16:44 WIB

JAKARTA: Peneliti muda Sidrotun Naim memberikan angin segar terhadap budidaya udang di Indonesia atas penelitian terhadap virus infectious myonecrosis virus (Imnv). Dia meraih penghargaan internasional L'Oreal-UNESCO for Women in Science International 2012."Visi jangka panjang saya melalui penelitian ini sangat sederhana yakni ingin mendirikan laboratorium penelitian penyakit udang di Indonesia," ujarnya.Dia menjelaskan sebagai salah satu negara penghasil udang terbesar di dunia, saat ini Indonesia belum memiliki ahli patologi udang yang bisa membantu mengatasi masalah pertambakan udang dan meningkatkan produktivitas.Sidrotun, 32, merupakan perempuan muda Indonesia keempat yang mendapatkan penghargaan tersebut. Dia merupakan salah seorang tiga peraih penghargaan di Asia Pasifik, atau salah seorang dari 15 peraih penghargaan di tingkat internasional.Dia mendapatkan penghargaan atas penelitiannya tentang virus udang Imnv. Latarbelakang penelitiannya, pada 2006 ditemukan virus itu di Indonesia yang mampu membunuh hingga 70% populasi udang. Kerugian akibat serang virus itu pada 2006-2010 mencapai sekitar US$150 juta-US$200 juta.Jika memperhitungkan peningkatan produksi, katanya, virus itu membuat Indonesia rugi hingga US$500 juta.Melihat kenyataan tersebut, Naim yang sedang menyelesaikan program doktor di Arizona University, AS, menfokuskan penelitiannya tentang masalah virus tersebut di Havard Medical School, Boston, AS. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top