PAMERAN HALAL MALAYSIA bikin iri delegasi UKM Indonesia

 
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 04 April 2012  |  14:36 WIB

 

KUALA LUMPUR: Usaha kecil dan menengah serta buyer  dari Indonesia iri terhadap fasilitasi yang diberikan pemerintah Kerajaan Malasysia untuk hadir dan mengikuti Malaysia International Halal Showcase 2012 di kawasan Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.
 
Kesertaan UKM Indonesia pada kesempatan kali ini berbeda ketika mengikuti pameran di Indonesia. Panitia pameran yang khusus menampilkan produk atau industri halal, memberi kepuasan karena buyers atau pembeli asing khusus didatangkan dari berbagai negara.
 
Keirian buyer dan usaha kecil menengah (UKM) yang hadir di pameran internsional, karena buyers mendapat fasiitas lengkap dari pemerintah Malaysia melalui panitia di bawah koordinasi Malaysia External Trade Development Corporation (Matrade).
 
Calon buyer  hanya mengeluarkan biaya perjalanan dari negaranya menuju Malaysia, dan panitia di bawah kendali Matrade menyediakan seluruh fasilitas seperti penginapan hotel bintang lima serta transportasi dari hotel ke lokasi pameran dan sebaliknya.
 
Bagi buyer  yang merespon keinginan panitia hadir pada incoming buying mission (IBM) serta dilanjutkan dengan business matching, yang berjumlah sekitar ratusan orang tidak perlu mengeluarkan biaya apapun selama berada di Kuala Lumpur, Malaysia.
 
”Kami sangat iri dengan fasilitas yang diberikan pemerintah Malaysia kepada calon buyers yang datang dari berbagai benua. Indonesia selayaknya melakukan hal sama bagi buyers,” ujar Salim Suharis, salah satu buyer  dari Surabaya, Indonesia.
 
Tim manajemen perusahaan Bunarendang dari Surabaya tersebut hadir di MIHAS 2012 untuk mencari peluang bisnis yang ditawarkan UKM dari berbagai negara. Khususnya untuk kemudian dikembangkan di Indonesia.
 
Konsep ini membuat peserta pameran merasa nyaman karena stan mereka dipastikan dikunjungi calon-calon pembeli yang umumnya skala kakap. Bagi UKM Indonesia, momen seperti ini jarang ditemui di Jakarta.
 
”Meski kapasitas saya di sini sebagai buyers, namun kami juga mencari peluang usaha yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan baru. Kami juga menjajaki kemungkinan usaha kami bisa dikembangkan di negara lain,” ungkap Salim.
 
Bunarendang adalah produk makanan berbentuk burger, atau akronimnya burger nasi bumbu rendang (Bunarendang). Nasi dibentuk sama seperti burger. Kemudian dilapisan tengah nasi terdapat daging rendang yang bisa bertahan hingga makan siang jika diproduksi pagi.
 
Sebelum MIHAS 2012 resmi dibuka, buyers dan pengunjung lokal bahkan sudah memadati pameran yang terbagi dalam empat ruang berbeda. Lalu lalang buyes berdasi dari kawasan Eropa, Amerika, dan Afrika secara bergantian memasuki stan-stand peserta pameran.
 
Termasuk stan Indonesia pada MIHAS ke-10 ini di bawah koordinasi Kementerian  Koperasi dan UKM.  Pemerintah menyediakan 20 stan untuk diisi UKM dari sektor makanan dan minuman kemasan, produk spa, dan produk packaging hingga produk lain yang terkait halal.
 
Hendrawan K.S, UKM produsen fesyen dari Solo, menambahkan ketika mengikuti pameran yang diselenggarakan salah satu Kementeian di  Indonesia, kunjungan buyer maupun pembeli lokal sangat jauh berbeda dengan yang diseting Malaysia. 
 
Dia hadir di Kuala Lumpur untuk mencari peluang mengembangkan usaha sembari memonitor kemungkinan menjadi peserta pameran berikutnya.
 
”Di sini pengunjung dan buyers sangat ramai, sedangkan ketika di Indonesia saya benar-benar tidak percaya karena stan saya sangat sepi dari kunjungan calon pembeli. Saya tidak tahu kesalahan dari pameran di Indonesia,” tukasnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top