ACFTA: Skema tarif belum bisa dimanfaatkan pengusaha

 
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 04 April 2012  |  21:26 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah menilai pengusaha Indonesia belum bisa memanfaatkan skema tarif perdagangan bebas Asean-China dengan optimal.
 
Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana mengatakan ekspor Indonesia ke China melalui mekanisme Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) jauh lebih kecil dari ekspor China ke Indonesia yang menggunakan perjanjian tersebut.
 
“Dalam catatan kami, penggunaan skema tarif ACFTA untuk memasuki pasar China masih belum maksimal. Padahal seharusnya kesempatan ini digunakan untuk masuk ke pasar China dengan biaya yang lebih rendah,” katanya  hari ini.
 
Ekspor Indonesia ke China melalui mekanisme ACFTA sepanjang Januari—Agustus 2011 hanya terdiri dari 23.821 surat keterangan asal (SKA) yang bernilai US$5,91 miliar.
 
Di sisi lain, impor dari China pada periode yang sama terdiri dari 114.756 SKA yang bernilai US$5,96 miliar.
 
Agus mengatakan ketimpangan jumlah SKA tersebut menunjukkan variasi produk China yang masuk ke Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produk Indonesia yang masuk ke China.
 
Dia mendorong produsen dalam negeri agar meningkatkan kualitas dan daya saing hingga bisa memasuki pasar China yang saat ini semakin besar seiring laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
 
“Potensi pendapatan per kapita China pada 2011 mencapai US$5.184 sementara Indonesia hanya US$3.469,” kata Agus.
 
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan sebetulnya SKA ekspor makanan minuman dalam skema ACFTA melonjak 65% pada 2011 dibandingkan tahun sebelumnya.
 
“Peningkatannya memang besar. Tapi faktanya basis angka start pada 2010 masih sangat kecil,” katanya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top