PASAR EKSPOR: Produk Indonesia berpotensi 'kuasai' Sabah

 
News Editor | 04 April 2012 18:10 WIB

 

 

SEMARANG : Potensi ekspor sejumlah produk Indonesia ke Sabah terbuka lebar mengingat negara bagian Malaysia itu saat ini menjadi daerah tersibuk kedua di negeri jiran setelah Kuala Lumpur.

 

Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Ema Noviana Mahmudin mengatakan selain masih sedikitnya barang yang diekspor ke Sabah, saat ini salah satu negara bagian Malaysia itu merupakan wilayah yang sangat strategis bagi perdagangan.

 

“Selain sebagai hub atau penghubung utama tersibuk kedua setelah Kuala Lumpur, Sabah merupakan transit point bagi pengusaha Indonesia untuk masuk ke negara di sebelah utara, seperti China, Taiwan, Korea, dan Jepang, dan lain-lain,” tuturnya, seusai acara “Roadshow Sabah International Expo 2012” di Semarang, Rabu, 4 Maret 2012.

 

Menurutnya selama ini yang masuk di Sabah kebanyakan masih produk handycraft maupun furniture, sedangkan potensi lainnya masih banyak yang menjanjkan, diantaranya chemical, barang keperluan sehari-hari, pakaian, makanan, furniture, dan bahan bangunan.

 

“Bahan bangunan, terutama semen sangat besar potensinya, karena saat ini property di sana juga sedang berkembang, hal ini didukung dengan kebijakan pemerintah setempat untuk mengembangkan pembangunan wilayahnya ke Arah Timur, seperti Sabah dan Serawak,” paparnya.

 

Dia mengatakan saat ini nilai perdagangan antara Indonesia–Sabah masih sangat minim, untuk 2011 ekpor Indonesia ke Sabah tercatat baru sekitar RM1,2 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Sabah mencapai sebesar RM1,3 miliar.

 

“Melihat minimya transaksi dagang antara kedua negara itu menjadikan pasar ekspor ke Sabah sangat berpeluang,” ujarnya.

 

Principal Assistant Director Head of Investment Promotion Secion Department of Industrial Development and Research (DIDR) Sabah Malaysia Tseu Kei Yue mengatakan bangsa Indonesia mempunyai peluang besar untuk menggarap potensi di Sabah, selain kedekatan lokasi maupun budaya, juga tidak sedikit orang Indonesia yang tinggal di Sabah.

Sumber : Puput Ady Sukarno

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top