ONE DAY NO RICE digencarkan Mentan

DEPOK: Upaya peningkatan produksi padi menghadapi tantangan perubahan iklim dan konversi lahan pertanian. Pemerintah berusaha menurunkan konsumsi beras di dalam negeri dengan menggencarkan kampanye one day no rice.Menteri Pertanian Suswono mengatakan
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 03 April 2012  |  17:08 WIB

DEPOK: Upaya peningkatan produksi padi menghadapi tantangan perubahan iklim dan konversi lahan pertanian. Pemerintah berusaha menurunkan konsumsi beras di dalam negeri dengan menggencarkan kampanye one day no rice.Menteri Pertanian Suswono mengatakan upaya menurunkan konsumsi beras itu bukan berarti pemerintah tidak dapat menyediakan ketersediaan komoditas itu."Karena ke depan tantangan kita untuk menanam padi bukan persoalan mudah, perubahan iklim juga ada konversi lahan," ujarnya saat kampanye satu hari tanpa beras, Selasa, 3 April 2012.Produksi gabah kering giling pada tahun lalu 65,39 juta ton setara dengan 37 juta ton beras. Kementan menargetkan produksi tahun ini sedikitnya naik 3,9% menjadi 68 juta ton gabah kering giling.Dia menambahkan pertumbuhan penduduk diperkirakan 1,5% per tahun yang secara langsung akan meningkatkan konsumsi beras.Suswono membandingkan produksi beras di Thailand 20 juta ton. Namun, konsumsi beras di negara itu hanya 10 juta ton, untuk stok 5 juta ton, sedangkan diekspor sebanyak 5 juta ton.Selain populasi masyarakat di Thailand yang lebih kecil, konsumsi beras per kapita di Negeri Gajah Putih itu lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia.Hal itu, katanya, yang mendorong pihaknya gencar mempromosikan one day no rice guna menekan konsumsi beras di Tanah Air."Konsumsi beras di dalam negeri dinilai masih sangat tinggi, sehingga pemerintah terus mendorong kampanye penurunan konsumsi beras." (tw) 

 

>> BACA JUGA:

Artis senior protes kecurangan RBT

Sertifikasi guru pemborosan, jadi dihapus saja

KINERJA EMITEN BI-27 KINCLONG

KAPAN HARGA BBM NAIK?

REKOMENDASI SAHAM HARI INI

 

*) INGIN MEMBACA berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari harian Bisnis Indonesia? Silahkan klik epaper.bisnis.com. Anda juga bisa berlangganan epaper Bisnis Indonesia dengan register langsung ke Bisnis Indonesia edisi digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top