PROPERTI KLASTER: Pengembang di Jakarta kian kesulitan lahan

 
Anggriawan Sugianto | 03 April 2012 17:29 WIB

 

JAKARTA: Dalam jangka waktu hingga lima tahun mendatang, pengembang properti akan semakin kesulitan membangun perumahan klaster kecil di Jakarta.
 
Ali Tranghanda, Direktur Indonesia Property Watch, mengatakan sebenarnya permintaan akan townhouse yang pada umumnya berada di klaster kecil di Jakarta masih cukup tinggi, namun terkendala sempitnya lahan tersedia.
 
“Permintaan untuk townhouse sebenarnya cukup banyak di Jakarta, namun saya perkirakan lahannya akan habis dalam 3-5 tahun mendatang. Setelah itu, yang dibidik adalah kawasan sekitar Jakarta seperti Tangerang,” katanya saat dihubungi Bisnis hari ini.
 
Dia menambahkan, selama ini yang menjadi favorit pengembang untuk pembangunan klaster kecil antara lain Pondok Cabe, Cilandak, dan Lebak Bulus. Klaster semacam ini pada umumnya hanya membutuhkan lahan seluas 8.000 m2 yang sanggup menampung sekitar 10 unit rumah.
 
Sasaran yang dibidik, lanjut Ali, tentu saja kalangan menengah ke atas, karena harga tanah di pusat kota Jakarta sangat tinggi. Pengembang yang bermain di sektor klaster mini ini diantaranya PT Intiland Development Tbk dan PT Metropolitan Kentjana Tbk.
 
PT Metropolitan Kentjana Tbk rencananya tahun ini membangun 70 unit townhouse di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan yang harga per unitnya berkisar Rp7 miliar, di atas lahan dengan luas sekitar 3 hektare.
 
Sementara itu PT Intiland Development Tbk, melalui divisi ID Homes, mencari lahan dengan luas antara 1-10 hektare untuk dijadikan klaster mini. Proyek ID homes yang telah berjalan hingga kini adalah Pinang Residence di Pondok Pinang, Jaksel dan Tamarind Lane di Lebak Bulus, Jaksel, yang masing-masing terdiri dari sekitar 30 unit rumah.
 
Intiland juga sedang menyelesaikan proyek Serenia Hills di atas lahan seluas 10 hektare juga di daerah Lebak Bulus, Jaksel. Serenia Hills merupakan proyek perumahan klaster yang terdiri dari total 225 unit rumah untuk segmen pasar menengah atas dengan menawarkan dua tipe klaster perumahan yaitu Signature dan Regent. Luas lahan masing-masing unit rumah di kawasan ini berkisar 160 m2 sampai 200 m2. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top