JUAL BELI LISTRIK lintas negara diapresiasi

JAKARTA: Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengapresiasi terbitnya Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara. Ketua Umum APLSI A. Santoso mengatakan PP tersebut membuka peluang bagi pengusaha
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 April 2012  |  16:57 WIB

JAKARTA: Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengapresiasi terbitnya Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara. Ketua Umum APLSI A. Santoso mengatakan PP tersebut membuka peluang bagi pengusaha listrik swasta untuk mengadakan jual beli listrik dengan negara tetangga di wilayah perbatasan. "PP itu lebih untuk strategi menjual listrik ke luar negeri. Kami sebagai asosiasi mendukung, ini sangat membuka peluang bagi daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, hari ini, Selasa, 3 April 2012. Menurutnya, Indonesia berpeluang untuk menjual listrik ke luar terutama di daerah perbatasan, seperti Batam-Singapura, Kalimantan-Sarawak, serta Bintan-Malaysia. Terkait harga listriknya, Santoso mengatakan itu akan sangat berbeda-beda tergantung dari lokasinya. Komaidi, Wakil Direktur ReforMiner Institute, mengatakan PP itu akan memberikan dasar hukum bagi PLN untuk melakukan ekspor listrik dan secara korporasi akan menguntungkan PLN. "Itu tentu saja positif. Tapi pertanyaannya sekarang, apakah hal itu perlu untuk dilakukan saat ini? Secara rasio elektrifikasi, itu merugikan dalam negeri karena saat ini rasio elektrifikasi nasional belum maksimal," ujarnya. Komaidi mengingatkan pemerintah agar memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri terlebih dahulu untuk mengakomodasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat. Rasio elektrifikasi di Indonesia harus sudah dipenuhi dulu, baru kemudian listrik bisa diekspor. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top