HUTAMA KARYA butuh Rp140 miliar danai 12 proyek

JAKARTA: PT Hutama Karya membutuhkan dana sebesar Rp140 miliar untuk mendanai investasi sebanyak 12 proyek infrastruktur yang akan dimulai tahun ini.Ke 12 proyek itu a.l pembangunan enam ruas tol dalam kota senilai Rp40,02 triliun, dan pembangunan ruas
Linda Tangdialla | 02 April 2012 18:28 WIB

JAKARTA: PT Hutama Karya membutuhkan dana sebesar Rp140 miliar untuk mendanai investasi sebanyak 12 proyek infrastruktur yang akan dimulai tahun ini.Ke 12 proyek itu a.l pembangunan enam ruas tol dalam kota senilai Rp40,02 triliun, dan pembangunan ruas tol Srangan-Tanjung Benoa Bali senilai Rp2,3 triliun yang merupakan proyek besar dimana Perusahaan menjadi salah satu investornya.Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Ary Widiyantoro mengatakan untuk membiayai investasi proyek-proyek itu, mereka akan menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar. Penerbitan ditargetkan dilaksanakan pada pada Semester II/2012.Saat ini, rencana obligasi masih dalam proses peratingan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang diperkirakan rampung pada akhir semester pertama 2012."Dana itu akan digunakan untuk membiayai investasi perusahaan dan anak perusahaan di sektor jalan tol, pengelolaan air minum, dan independent power plant (IPP)," ujarnya di Jakarta hari ini.Dia menjelaskan, hingga Februari 2012, perusahaan mencatat perolehan kontrak baru senilai Rp 1,5 triliun atau 13% dari target perolehan kontrak baru sepanjang tahun ini, yaitu sebesar Rp11 triliun. Hutama Karya juga mencatat perolehan kontrak carry over dari tahun lalu sebesar Rp5 triliun.Dalam pembiayaaan proyek tol baru di Indonesia, Hutama Karya bergabung dalam konsorsium dengan BUMN dan perusahaan swasta lainnya.Misalnya saja, untuk pembiayaan proyek enam ruas tol dalam kota tergabung dalam konsorsium Jakarta Tollroad Development, untuk membangun proyek sepanjang 67,74 kilometer dengan kebutuhan investasi mencapai Rp 40,02 triliun tersebut.Perusahaan juga bergabung dalam konsorsium Badan Usaha Milik Negara PT Jasa Marga Bali Tol dengan kepemilikan saham sebesar 2%. Perusahaan tersebut menggarap pembangunan jalan tol Serangan-Tanjung Benoa-Nusa Dua-Ngurah Rai sepanjang 12 kilometer dengan nilai Rp 2,3 triliun. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top