PROPERTI: Krisis Eropa tekan pasok perkantoran

 
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 02 April 2012  |  20:04 WIB

 

JAKARTA: Krisis utang Eropa yang berkepanjangan menyebabkan pertumbuhan perkantoran global pada tahun ini diperkirakan stagnan.
 
Dalam laporan Colliers International bertajuk Colliers International's Global Office Higlights diungkapkan pertumbuhan perkantoran pada awal tahun ini tidak dapat menghindari resesi ringan dari krisis Eropa, yakni adanya penurunan penyerapan ruang kantor ke pasar dan tingkat kekosongan ruang kantor yang meningkat.
 
Untuk di Asia, laporan tersebut memaparkan beberapa kota seperti Guangzhou (China) dan Tokyo (Jepang) memimpin pasar dalam hal banyaknya pembangunan perkantoran yang mencapai 19,6 juta kaki persegi  dan 15,6 juta kaki persegi tahun lalu.
 
"Pasok ruang kantor sewa diperkirakan meningkat di sebagian besar kota di Asia, tetapi harga sewa akan mengalami penurunan seperti di Seoul dan Hongkong karena ketidakpastian ekonomi global," kata Simon Lo, Executive Director of Research & Advisory Asia   Colliers International, seperti dikutip dalam keterangan pers yang diterima Bisnis hari ini.
 
Dia menjelaskan supplay perkantoran baru di Tokyo dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Dia berharap pembangunan perkantoran baru tersebut mencapai puncaknya pada tahun lalu dan menurun pada tahun ini.
 
Pada semester kedua tahun lalu jumlah permintaan ruang kantor sewa di Asia semakin menurun dan selama periode tersebut hampir seluruh wilayah di Asia Pasifik mengalami penurunan harga sewa kantor.
 
"Contohnya di Chengdu, meskipun didorong oleh sektor manufaktur yang sukses, harga sewa kantor turun 7,8% pada semester kedua tahun lalu, sedangkan di Shanghai harga sewa kantor turun 3,2%," imbuhnya.
 
Dalam laporan itu juga diungkapkan peringkat tiga  besar kota di dunia untuk harga sewa ruang kantor grade A termahal pada semester kedua tahun lalu yakni Hongkong US$178,34 per kaki persegi, London-West End US$120,31 per kaki persegi, dan Paris US$90,26 per kaki persegi.
 
Harga sewa ruang perkantoran pada ketiga kota tersebut juga mengalami penurunan. Di London dan Paris karena melemahnya Euro dan Pound Sterling dibandingkan dengan Dollar AS. Di Hongkong disebabkan karena menurunnya permintaan ruang kantor dari sektor perbankan dan keuangan.  (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top