UKM MEDAN: 28% bergerak di industri kreatif

MEDAN: Dari 224.000 unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang beroperasi di Medan, sebanyak 7.800 unit bergerak di bidang industri kreatif, seperti periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, dan penerbitan.
News Editor | 09 Februari 2012 21:23 WIB

MEDAN: Dari 224.000 unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang beroperasi di Medan, sebanyak 7.800 unit bergerak di bidang industri kreatif, seperti periklanan, arsitektur, seni, kerajinan, desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, dan penerbitan.  Kepala Dinas Koperasi dan UKM Medan Qamarul Fattah mengatakan pihaknya berupaya mendorong pembentukan usaha industri kreatif, sehingga peran kreatifitas sumber daya manusia terhadap perekonomian Medan semakin besar.Qamarul mengemukakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah kota mengembangkan industri kreatif di Medan adalah dengan memediasi pelaku usaha dengan pemilik modal, baik melalui perbankan, maupun lembaga lain.  Lebih jauh, dia mengemukakan jika dikelompokkan berdasarkan jeni susaha, UMKM di Kota Medan sebagian besar dalam bentuk salon, usaha pengangkutan, dan ekspedisi yang mencapai angka 198.000 pelaku usaha.   Sementara itu, untuk usaha perdagangan, seperti pedagang makanan kecil, warung hingga kios mencapai angka 17.000 pelaku usaha. Dari pemantauan Dinas Koperasi dan UKM, jelasnya, ada kecenderungan peningkatan UMKM setiap tahun.  “Kami akan terus memantau pertumbuhan UMKM yang cukup tinggi di Kota Medan ini. Oleh karena itu, pengelompokan jenis usaha akan menjadi target kita dalam tahun ini," ujarnya, kepada Bisnis, hari ini (Kamis, 9 Februari).Serap pengangguranSecara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pelaku UMKM Kota Medan Azri Smak mengemukakan tingginya minat masyarakat Medan dalam membuka usaha akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.Industri kreatif atau dikenal dengan ekonomi budaya tidak hanya berperan menggali nilai-nilai budaya dan semangat masyarkat, tetapi juga membuka lapangan kerja, sehingga mengurangi angka pengangguran.Untuk itu, dia mengatakan pihaknya akan berupaya menjembatani kepentingan pelaku usaha mikro dan kecil dengan pemerintah. Dia juga berharap keberadaan UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan di Medan.Azri juga berharap pemerintah terus mendukung keberadaan usaha industri kreatif yang masih rendah dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya, sehingga ekonomi budaya ini dapat berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Sebelumnya, Kadin Sumut berencana meningkatkan jumlah industri kreatif di Sumatra Utara, khususnya yang dapat mendorong sektor pariwisata sebagai bagian dari program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).Ketua Kadin Sumut Irfan Mutyara mengatakan industri keratif bukan hanya untuk usaha skala kecil, tetapi dapat menjadi proyek besar dan berdampak luas terhadap perekonomian daerah. (k58/Bsi)

Sumber : Franjul M. Sianturi

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top