Genjot produksi, Pertamina siapkan Rp408,6 triliun

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menyiapkan dana hingga Rp408,6 triliun untuk mengejar target produksi 1 juta barel setara minyak per hari dalam tiga tahun mendatang, yakni periode 2011-2014.VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 09 Desember 2011  |  23:08 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menyiapkan dana hingga Rp408,6 triliun untuk mengejar target produksi 1 juta barel setara minyak per hari dalam tiga tahun mendatang, yakni periode 2011-2014.VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan investasi tersebut akan digunakan untuk mengejar target produksi migas sebesar 703 juta barel setara minyak per hari (Mboepd) dan mempertahankan cadangan migas (P1) sebesar 2,01 miliar barel setara minyak (Bboe) pada 2015.“Pertamina optimistis kebutuhan dana investasi itu bisa dipenuhi, baik dari internal maupun eksternal, mengingat tingginya kepercayaan para investor,” katanya, hari ini.Tahun ini saja, jelasnya, Pertamina melepas dua seri global bond perdana senilai total US$1,5 miliar, tetapi kenyataannya, total permintaan investor justru mencapai masing-masing US$7 miliar dan US$5 miliar.“Oversubscribed mencapai 7 dan 10 kali. Ini kan menunjukkan tingginya kepercayaan investor internasional kepada Pertamina.”Di sisi lain, dia menjelaskan yield produksi 10 produk BBM Pertamina terhadap total intake kilang mencapai 76,6% pada tahun ini. Sementara itu, penjualan BBM yang terdiri dari retail, aviasi dan industri mencapai 47,55 juta kiloliter, penjualan BBM aviasi mencapai 2,7 juta kiloliter atau 112% dari target September 2011.Terkait investasi kilang, Harun mengatakan hingga kini kapasitas pengolahan kilang Pertamina masih 1,030 juta barel minyak, akibat tidak adanya investasi kilang baru.Menurutnya, dengan kondisi alfa BBM saat ini, sangat menyulitkan Pertamina untuk melakukan investasi pemabngunan kilang karena hampir semua dananya tersedot untuk kegiatan operasi, seperti penyaluran BBM bersubsidi.Lagi pula, imbuhnya, tingkat pengembalian investasi (internal rate of return/IRR) kilang menjadi rendah sehingga tidak ada investor yang berminat membangun kilang di Tanah Air.“Kilang kita tidak maju-maju karena tidak ada pembangunan baru. Makanya, kami usulkan, ke depannya, mestinya itu alfa harus ada perbaikan untuk BBM yang diberikan ke Pertamina. Kami mengusulkan agar Pertamina diberikan alfa yang cukup, tetapi kami juga berjanji untuk lakukan investasi di kilang.”Namun demikian, jelasnya, Pertamina tetap akan melanjutkan rencana pembangunan kilang Balongan II di Indramayu, Jawa Barat karena investasinya menggunakan dana perseroan. “Selain proyek perluasan Kilang Balongan yang akan meningkatkan kapasitas pengolahan BBM sebesar 200.000 barel per hari (bph), jelasnya, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pengerjaan proyek peningkatan kapasitas Kilang Cilacap, Jateng, sebesar 61.000 bph.“[Proyek] yang Kilang Cilacap dan Balongan tetap jalan karena itu kan pakai uang kita sendiri, tetapi yang  melibatkan partner, partner juga melihat karena mereka kan juga melihat, IRR yang ada di sini hanya 8%, sedangkan di China dan Vietnam 20%,” tutur Harun. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top