Produksi kopi Jawa Timur anjlok 30%

SURABAYA: Volume produksi kopi rakyat di Jawa Timur tahun ini turun 30% akibat tingginya curah hujan pada 2010, di tengah kenaikan harga komoditas tersebut menjadi Rp50.000/kg jenis Arabika dan jenis Robusta Rp20.000/kg.Kepala Seksi Pengembangan Usaha
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  09:29 WIB

SURABAYA: Volume produksi kopi rakyat di Jawa Timur tahun ini turun 30% akibat tingginya curah hujan pada 2010, di tengah kenaikan harga komoditas tersebut menjadi Rp50.000/kg jenis Arabika dan jenis Robusta Rp20.000/kg.Kepala Seksi Pengembangan Usaha dan Pemasaran Dinas Perkebunan Jawa Timur Karyadi mengatakan imbas cuaca pada 2010 dirasakan para petani kopi di provinsi tersebut tahun ini  berupa kegagalan/kerontokan bunga tanaman tersebut, sehingga volume panennya turun.“Penurunan produksi  kopi rakyat di Jatim tahun ini rata-rata mencapai 30%, padahal harga komoditas itu bagus yakni Rp40.000 – Rp50.000/kg jenis Arabika dan Robusta Rp20.000/kg. Kondisi seperti ini diluar jangkauan petani sebab faktor cuaca,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Dia tidak merinci berapa kilogram produksi normal kopi rakyat per hektare.Areal kopi rakyat di Jatim disebutkan sekitar 40.000 hektare yang tersebar di sentra-sentra pembudidayaan komoditas tersebut seperti Kab. Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Malang dan Jombang.Karyadi menambahkan kendati hasil panen kopi turun, tetapi para petani tidak merugi sebab harga jualnya tergolong tinggi.“Permasalahan yang dialami para petani kopi di Jatim adalah mereka terburu-buru memanen kopi sebab butuh uang, padahal belum masak optimal. Maka kami mencarikan akses modal kredit lunak untuk pemrosesan pasca panen,” tuturnya.Akses dana lunak itu diperoleh dari PT Perkebunan Nusantara XII berupa pengucuran dana kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) senilai Rp40 juta per kelompok tani (1 kelompok = 10 orang). Tahun ini BUMN tersebut mengucurkan dana PKBL kepada 11 kelompok tani, dengan pengembalian 3 tahun dan bunga 6%/tahun.“PTPN XII merealisasikan pengucuran dana pinjaman kepada petani kopi sejak 2009, dimana kami yang memberikan jaminan. Kami berani menjamin pengembalian dana sebab penjualan kopi cukup mudah,” paparnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Adam A. Chevny

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top