Erupsi Gamalama mulai tekan operasional maskapai

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 08 Desember 2011  |  15:09 WIB

 

JAKARTA: Maskapai yang menerbangi rute Ternate mulai menghitung potensi kerugian jutaan rupiah menyusul penutupan Bandara Sultan Babullah karena aktivitas erupsi Gunung Gamalama.
 
Kemenhub sebagai otoritas penerbangan nasional memperpanjang Notification to Airman (Notam) atau peringatan larangan penerbangan Notam No. C0932/20122 dari dan menuju Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, hingga Jumat besok.
 
Dengan diperpanjangnya Notam oleh Kemenhub sejak diberlakukan Senin lalu, maka Bandara Sultan Babullah ditutup untuk penerbangan hingga Jumat pagi yaitu pukul 07.00 WITA.
 
Ada enam maskapai nasional yang menghentikan penerbangan ke bandara di Ternate itu, yakni Garuda Indonesia, Batavia Air, Express Air, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Nusantara Buana.
 
Salah satu maskapai, Batavia Air mengklaim kehilangan pendapatan Rp250 juta per satu kali penerbangan atau Rp500 juta per hari akibat ditutupnya layanan penerbangan ke Ternate.
 
Direktur Umum Lion Air, induk perusahaan Wings Air, Edward Sirait mengatakan Wings Air menerbangi Ternate dari Manado satu kali sehari. 
 
"Biasanya, kami dapat penumpang konektivitas dari Ternate yang ke Jakarta sekitar 30 orang per sekali terbang. Berarti kami kehilangan penumpang yang Jakarta dari Ternate sebanyak 30 orang per hari selama pelarangan terbang ini," kata Edward.
 
Humas Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan penerbangan ke Ternate dilayani sehari sekali dengan Boeing 737-400 rute Jakarta-Ujung Pandang-Manado-Ternate.
 
Sementara VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto juga mengatakan maskapai menghentikan penerbangan untuk rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, menuju Bandara Sultan Babullah. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top