Koperasi memang harus banyak lakukan diversifikasi

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan persaingan dalam setiap usaha memiliki arti penting untuk menciptakan perjuangan sekaligus merangsang perkembangan usaha.Pelaku usaha juga harus pintar melakukan diversifikasi produk dan
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 07 Desember 2011  |  14:36 WIB

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan mengatakan persaingan dalam setiap usaha memiliki arti penting untuk menciptakan perjuangan sekaligus merangsang perkembangan usaha.Pelaku usaha juga harus pintar melakukan diversifikasi produk dan usaha untuk meraih peluang pasar meski secara permodalan tidak didukung dana besar. Sebagai contoh adalah usaha yang dijalankan koperasi.”Kami mendorong koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) sebagai ujung tombak, karena bisa menjalankan usaha pada sektor bisnis berbeda,” ujar Sjarifuddin pada kuliah umumnya di Institut Manajemen Telkom, Rabu 7 Desember.Koperasi dewasa ini banyak melakukan diversifikasi usaha seperti halnya yang dijalankan koperasi serba usaha. Padahal, asetnya tidak lebih dari Rp10 miliar, namun mampu meraih sukses karena pasarnya juga lebih luas.Oleh karena itu Sjarifuddin mengingatkan kepada mahasiswaInstitut Teknologi Telkom Bandung, agar bisa mengikuti strategi yang dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM ketika membina KUMKM.Sesuai tema kuliah umumnya, yakni kebijakan dan program pemberdayaan koperasi dan UKM berbasis kewirausahaan, Menteri Koperasi dan UKM mengemukakan ke depan terus mengembangkan kekuatan kapasitas usaha atau bisnis koperasi.”Ketika menjalankan usahanya, koperasi harus fokus, jika tidak, akan sulit berkompetisi meraih sukses. Dengan target ini maka kita harapkan Indonesia bisa mewujudkan keinginan salah satu koperasi bisa masuk 300 besar dunia,” tutur Sjarifuddin.Jika sudah bisa menguasai pasar dan menjadi pemimpin pasar sesuai komoditas yang diproduksi, koperasi maupun wirausaha yang sudah mapan bisa meningkatkan target pasarnya menuju global secara ideal.Menurut Sjarifuddin, ketika kelompok usaha maupun individu sudah bisa eksis menjalankan usaha, sasaran berikutnya, yakni menuju pasar global sebenarnya tidak perlu dilakukan tergesa-gesa.“Sebab, penduduk Indonesia yang populasinya mencapai 237 juta jiwa adalah pangsa pasar potensial. Namun saya akui untuk diversifikasi produk memang harus dilakukan jika ingin mendapat nilai tambah dari usaha yang ditekuni,” ungkap Sjarifuddin. (Herdian/ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top