Mustika Ratu tak terpengaruh penghentian impor jamu China

JAKARTA: Rencana pemerintah menghentikan arus impor jamu China, tidak membuat emiten produsen jamu dan kosmetik PT Mustika Ratu Tbk tergesa melakukan ekspansi penjualan. Menurut Corporate Secretary Mustika Ratu Fadhli, perseroan masih tetap mematok target
News Editor
News Editor - Bisnis.com 07 Desember 2011  |  18:44 WIB

JAKARTA: Rencana pemerintah menghentikan arus impor jamu China, tidak membuat emiten produsen jamu dan kosmetik PT Mustika Ratu Tbk tergesa melakukan ekspansi penjualan. Menurut Corporate Secretary Mustika Ratu Fadhli, perseroan masih tetap mematok target pertumbuhan penjualan sebesar 18% untuk tahun ini."Untuk tahun 2011 belum ada revisi penjualan, perusahaan berusaha prudent," ujarnya saat dihubungi Bisnis, hari ini.Tidak direvisinya target penjualan, dijelaskan Fadhli, dikarenakan sisa waktu tahun ini yang terlalu sedikit. Selain itu, perseroan masih fokus dalam proses renovasi pabrik yang terletak di Ciracas.Meski begitu, Fadhli menjelaskan, pasar yang ditinggalkan produk impor asal negeri Tirai Bambu merupakan lahan yang potensial dan bisa digarap perseroan. Pasar tersebut, ditambahkannya, akan mulai dibidik perseroan tahun depan.“Kita melihat ada peluang disana. Pasar untuk produk-produk kita makin terbuka,” jelasnya.Emiten berkode MRAT tersebut akan memerluas jaringan distribusi untuk memenetrasi pasar. Untuk membidik kalangan menengah atas, produk perseroan akan dijual di toko buah yang terdapat di pusat perbelanjaan. Sementara itu, penjualan di kalangan menengah ke bawah masih akan menggunakan sistem horeka."Penjualan melalui Horeka (hotel, restoran, dan kafe) bisa untuk membidik kelas menengah ke bawah, sebab banyak dilakukan di rumah makan padang. Itu akan kita tingkatkan. Yang jelas, kami masih akan tetap meningkatkan availability, visibility, dan inventory," bebernya.Beberapa pihak, memrediksi penjualan perseroan akan meningkat hingga 42% tahun depan seiring dengan penghentian impor jamu asal Cina. Ditanya mengenai hal itu, Fadhly tidak berani mematok angka terlalu tinggi. Menurutnya, target pertumbuhan penjualan tahun depan berkisar 20-30%.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top