RI kekurangan 2.100 penera

SINGKAWANG: Indonesia kekurangan sekitar 2.100 penera untuk melakukan tera sebanyak 63 juta unit alat ukur, takar, timbang, danperlengkapannya (UTTP), sehingga berpotensi merugikan negara dari sisi perpajakan.Direktur Metrologi Ditjen Standardisasi dan
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 06 Desember 2011  |  16:09 WIB

SINGKAWANG: Indonesia kekurangan sekitar 2.100 penera untuk melakukan tera sebanyak 63 juta unit alat ukur, takar, timbang, danperlengkapannya (UTTP), sehingga berpotensi merugikan negara dari sisi perpajakan.Direktur Metrologi Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Charles Sagala mengatakan saat ini jumlahpenera di seluruh Indonesia sebanyak 900 orang, sementara kebutuhan mencapai 3.000 orang.“Indonesia kekurangan sangat banyak penera, dan UTTP itu harus dilakukan tera ulang setiap tahunnya. Kalau timbangan itu tidak diteraulang, kemungkinannya ada dua yakni merugikan pembeli atau justru penjual,” jelasnya siang ini.Dia menuturkan hal itu di sela-sela acara penetapan Singkawang, Kalimantan Barat, sebagai kota tertib ukur pertama di Indonesia.Charles menjelaskan saat ini sejumlah daerah telah melakukan upaya percepatan pengadaan penera, seperti mendorong PNS untuk menjadi jurutera.“Batam, Balikpapan, dan Surabaya, sudah melakukan percepatan pengadaan penera. Syaratnya adalah PNS yang bisa menjadi penera itu harus lulusan dari disiplin ilmu teknik, mengikuti diklat selama sembilan bulan, praktek di lapangan, lalu memperoleh cap untuk melakukan tera,”katanya.Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan tertib ukur adalah salah satu indikasi maju atau tidaknya suatu negara.Dia menekankan tertib ukur merupakan suatu langkah kecil menuju negara yang lebih maju dan melakukan kegiatan ekonomi sehat.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top