DKI akan tambah 44 unit bus trans-Jakarta

JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta berencana menambah armada bus trans-Jakarta sebanyak 44 pada 2011 dan 202 armada pada 2012 sehingga total menjadi 674 armada yang membutuhkan pasokan gas sebesar total 6,6 MMSCFD.Untuk mengantisipasi itu, menurut Dirut PT
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  17:02 WIB

JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta berencana menambah armada bus trans-Jakarta sebanyak 44 pada 2011 dan 202 armada pada 2012 sehingga total menjadi 674 armada yang membutuhkan pasokan gas sebesar total 6,6 MMSCFD.Untuk mengantisipasi itu, menurut Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, Pertamina membangun satu unit mother station dan empat unit daughter station yang lokasinya akan menggunakan lahan milik Pemprov DKI."Pasokan gas untuk SPBG existing diharapkan dapat dipasok oleh PGN sebesar 2,6 MMCSFD, sedangkan suplai ke mother/daughter station menggunakan alokasi dari BP Migas sebesar 4 MMSCFD," ujar Karen, Senin 5 Desember.Karen mengatakan Pertamina terbuka kepada pelaku bisnis gas nasional lainnya yang ingin bekerjasama melalui anak perusahannya, PT Pertamina Retail, untuk bersama-sama membangun dan mengoperasikan SPBG, NGV Workshop, maupun sarana pendukung lainnya.Namun, permasalahannya saat ini adalah realisasi komitmen Pemprov DKI untuk menyediakan lahan bagi 4 daughter station itu. Pertamina sendiri menargetkan pada pertengahan 2012 mother-daughter itu sudah bisa beroperasi."Saat ini yang belum selesai prosesnya adalah pembebasan lahan. Kalau ini tidak terjadi, mother-daughter ini tidak akan selesai di 2012.Padahal rencananya pada 2012 kami ingin bantu pemerintah untuk hemat subsidi," ujar Karen.Menanggapi hal itu, I Putu Ngurah Indiana, Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengatakan kendala lahan saat ini adalah kawasan yang strategis untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) itu beberapa diantaranya terletak di jalur hijau."Lahan ada beberapa, misalnya di kawasan Ancol, Ragunan. Tapi ada beberapa tempat yang ternyata itu jalur hijau. Memang dari sisi bisnis bagus sekali, dari sisi investasi sangat strategis, tapi kita tetap konsisten pada kebijakan tata ruang," ujarnya.Karen mengatakan Pertamina telah terlibat di bidang Compressed Natural Gas (lebih dikenal dengan BBG) sejak 1986, yakni saat pemerintah menetapkan CNG sebagai bahan bakar alternatif untuk kendaraan.Saat ini, Pertamina telah mengoperasikan 8 SPBG yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top