Pemerintah diminta fokus kurangi subsidi BBM

JAKARTA: Anggota DPR meminta pemerintah fokus mengurangi besaran subsidi bahan bakar minyak tahun depan sebelum berencana menaikkan tarif dasar listrik sebesar 10% pada 1 April 2012.Anggota Komisi VII DPR dari Partai Golkar Satya Yudha mengatakan pemerintah
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Desember 2011  |  18:09 WIB

JAKARTA: Anggota DPR meminta pemerintah fokus mengurangi besaran subsidi bahan bakar minyak tahun depan sebelum berencana menaikkan tarif dasar listrik sebesar 10% pada 1 April 2012.Anggota Komisi VII DPR dari Partai Golkar Satya Yudha mengatakan pemerintah memiliki dua cara untuk mengurangi besarnya subsidi BBM tahun depan.“Pemerintah bisa lakukan dua hal, pertama menaikkan harga BBM atau mengecilkan volume BBM subsidi. Tapi ini kan menaikkan harga tidak, mengatur volumenya juga tidak,” ujarnya Minggu 4 Desember.Satya mengatakan pemerintah padahal sudah dibolehkan menaikkan harga BBM mengingat saat ini realisasi ICP sudah di atas 10%.Asumsi ICP dalam APBN-P 2011 adalah sebesar US$95 per barel dan dalam APBN 2012 sebesar US$90 per barel. Sementara itu, harga rata-rata ICP selama Januari-November 2011 sudah mencapai US$111 per barel."Padahal kalau pemerintah mau menaikkan harga, itu sudah selesai [masalah ini]. Tapi karena tidak dilakukan, makanya pemerintah usulkan TDL dinaikkan 10% [untuk kurangi subsidi energi], tapi itu belum tentu kami setujui. Kami minta fokus ke BBM dulu,” ujarnya.Seperti diketahui dalam RAPBN 2012, sebesar Rp168,56 triliun ditujukan untuk subsidi energi, yakni Rp123,6 triliun untuk BBM dan Rp45 triliun untuk listrik.Sebelum menaikkan TDL, Komisi VII meminta pemerintah melakukan kajian mengenai TDL yang lebih komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek kemampuan bayar konsumen, inflasi, dan dampaknya terhadap beberapa industri.Kajian tentang TDL juga diharapkan bisa mempertimbangkan aspek-aspek yang lebih luas, antara lain suplai energi primer, dampaknya bagi industri kecil dan menengah, dampak sosial maupun perekonomian secara keseluruhan.Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan laporan hasil kajian yang sedang dikerjakan LPEM UI dan LKFT UGM itu akan disampaikan ke DPR pada akhir Desember 2011.Namun Satya memperkirakan hasil kajian baru akan diserahkan pada Januari tahun depan, mengingat pada 17 Desember ini DPR sudah memasuki masa reses.Sebelumnya Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan pilihan pemerintah untuk mengurangi beban subsidi energi tahun depan adalah dengan menaikkan TDL, bukan menaikkan harga BBM seperti yang disarankan banyak pihak.Padahal jika dilihat secara nominal, lanjutnya, besaran subsidi listrik relatif lebih kecil dibandingkan dengan subsidi BBM."Pembenahan kebijakan subsidi BBM jelas lebih merupakan prioritasdibandingkan dengan pembenahan subsidi listrik," ujarnya. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top