Ketiadaan gas batalkan proyek pembangkit

JAKARTA: PT PLN (Persero) membatalkan pembangunan dua proyek pembangkit berkapasitas total 740 MW akibat tidak adanya jaminan kepastian pasokan gas. Kedua proyek yang masuk program 10.000 MW tahap II itu, yakni PLTG Muara Tawar Add-On Blok 2 berkapasitas
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 04 Desember 2011  |  12:41 WIB

JAKARTA: PT PLN (Persero) membatalkan pembangunan dua proyek pembangkit berkapasitas total 740 MW akibat tidak adanya jaminan kepastian pasokan gas. Kedua proyek yang masuk program 10.000 MW tahap II itu, yakni PLTG Muara Tawar Add-On Blok 2 berkapasitas 1x500 MW di Bekasi, Jabar, dan dan PLTGU Senoro 2x120 MW di Sulteng. Direktur Pengadaan Strategis PLN Bagiyo Riawan mengatakan rencananya perusahaan listrik pelat merah itu akan meneruskan pembangunan kedua proyek tersebut setelah ada kepastian pasokan gas. Namun, lanjutnya, proyek PLTG Muara Tawar dan PLTGU Senoro tidak lagi masuk dalam program 10.000 MW tahap II, tetapi menjadi proyek reguler."Kami minta proyek ini dikeluarkan dulu [dari bagian 10.000 MW tahap II] karena belum ada keputusan mengenai gasnya," ujarnya pada akhir pekan. Dengan pembatalan tersebut, jelasnya, pendanaan untuk kedua proyek pembangkit tersebut bisa dialihkan ke proyek pembangkit lainnya.Lagi pula, imbuhnya, selain belum adanya jaminan kecukupan pasokan gas, daya listrik yang sedianya dipasok oleh kedua pembangkit tersebut juga bisa tertutupi oleh pembangkit lainnya yang berbahan bakar batu bara. "Untuk sementara, pendanaan untuk kedua proyek itu kita alokasikan ke tempat lain karena ada pembangkit batu bara yang sudah mencukupi." (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top