RI-Jerman sepakat tekan utang guna tangkal krisis

JAKARTA: Pemerintah Indonesia dan Jerman menilai suatu negara tidak boleh menciptakan banyak utang atau tidak mengalokasikan pengeluaran yang lebih banyak dari pendapatan.Dengan demikian dapat mencegah terjadinya krisis seperti saat ini yang dialami
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  14:37 WIB

JAKARTA: Pemerintah Indonesia dan Jerman menilai suatu negara tidak boleh menciptakan banyak utang atau tidak mengalokasikan pengeluaran yang lebih banyak dari pendapatan.Dengan demikian dapat mencegah terjadinya krisis seperti saat ini yang dialami negara di kawasan Eropa.Presiden Jerman Christian Wulff mengatakan perekonomian di suatu negara harus solid dan kokoh, dan tidak membiarkan kelompok perbankan menentukan politik dan ekonomi."Tidak boleh menumpukkan utang berlebihan. Untuk jangka panjang kita tak boleh mengeluarkan uang lebih banyak dari pendapatan," kata Wulff saat memberikan pernyataan pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka hari ini.Terkait krisis di Eropa, Wulff menyoroti praktik perbankan di kawasan tersebut yang membuat banyak utang sehingga terjadi krisis perbankan."Di sektor perbankan, puluhan tahun lalu membuat banyak kesalahan. Membuat mainan yang tidak seharusnya dilakukan, membuat banyak utang, krisis perbankan karena utang," kata Wulff.Pemerintah Jerman seperti halnya Indonesia, telah berusaha melakukan penghematan untuk menciptakan situasi ekonomi yang terkonsolidasi.Dengan demikian generasi mendatang tidak harus menanggung beban akibat krisis yang  menjadi tanggung jawab generasi sebelumnya."Ekonomi harus solid dan kokoh, dan ahli politik yang dipilih rakyat harus menentukan arah ekonomi, dan bukan kelompok perbankan yang menentukan politik dan ekonomi," kata Wulff. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top