BP Migas desak renegosiasi harga gas

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendesak kontraktor dan pembeli gas melakukan renegosiasi harga jual gas, guna meningkatkan investasi pengembangan lapangan migas baru.Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  19:43 WIB

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendesak kontraktor dan pembeli gas melakukan renegosiasi harga jual gas, guna meningkatkan investasi pengembangan lapangan migas baru.Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengungkapkan hingga kini masih banyak kontrak gas domestik yang harganya masih di bawah US$3 per juta Btu, terutama kontrak gas PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.“Kami melihat banyak harga [jual gas] yang tidak sesuai dengan [dana] yang dibutuhkan untuk mengembangkan lapangan [migas] baru. Kami mendesak kepada para pembeli untuk renegosiasi harga,” ujarnya, hari ini.Menurutnya, kontrak jual beli gas itu memang ditandatangani oleh BP Migas, tetapi persetujuan harganya ditetapkan pemerintah. “BP Migas kan hanya diwenangi tanda tangan kontrak saja, tetapi setiap persetujuan harga kita minta sama permerintah.”Dia mengatakan investasi pengembangan lapangan migas baru tidak akan terlaksana bila kontrak harga jual gas yang masih di bawah keekonomian tidak segera diperbaiki. Selain ada potensi tambahan penerimaan negara, jelasnya, penyesuaian kontrak gas juga bisa memberi kepastian pasokan gas ke pembelinya.“Kalau tidak ada renegosiasi harga maka tidak ada investasi baru. Itu [alasannya] kenapa kita minta supaya selalu ada renegosiasi baru.”Sebelumnya, Santos Pty Ltd dan PGN diketahui telah menandatangani kesepakatan renegosiasi harga jual gas di Lapangan Maleo, Jawa Timur yang saat ini naik lebih dari dua kali lipat, yakni dari harga jual sebelumnya US$2,14 per juta british thermal unit (Btu) menjadi US$5 per juta british thermal unit (Btu) dengan eskalasi sebesar 3% per tahun.Adapun penandatanganan addendum kedua perjanjian jual beli gas Maleo antara Santos dan PGN itu telah diteken pada 7 November lalu. Lapangan Maleo mulai menyuplai gas ke PGN sejak 2006 dengan jumlah pasokan mencapai 110 BBtud.Berdasarkan data BP Migas, PGN belum memperbaiki harga beli gas dengan beberapa KKKS, diantaranya antara PGN SSWJ dengan ConocoPhillips Corridor Block (Grissik) sebesar US$1,8 per juta Btu dengan jumlah pasokan mencapai 295 BBtud.Selanjutnya antara PGN Batam dan ConocoPhillips Corridor Block (Grissik) sebesar US$2,4 per juta Btu dengan jumlah pasokan mencapai 50 BBtud. Kemudian, antara PGN SSWJ dan Pertamina Pagardewa sebesar US$2,2 per juta Btu dengan jumlah pasokan 250 BBtud.Terkait produksi gas nasional, Gde mengungkapkan terjadi peningkatan setiap tahunnya. Dari total produksi gas saat ini, imbuhnya, sekitar 59%—60% dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.“Produksi gas yang akan datang juga kita prioritaskan untuk domestik dulu,  baru sisanya diberikan [ekspor] ke asing. Target produksi gas tahun depan sekitar 9.300—9.400 MMscfd,” tutur Gde. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top