Banjirnya produk konsumsi asing diwaspadai

JAKARTA: Pemerintah mewaspadai banjirnya produk konsumsi asal luar negeri yang sepanjang Januari-Oktober 2011 nilainya sudah mencapai 11 Rp100 triliun.Produk konsumsi dimaksud adalah produk tertentu yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan, yakni
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  15:42 WIB

JAKARTA: Pemerintah mewaspadai banjirnya produk konsumsi asal luar negeri yang sepanjang Januari-Oktober 2011 nilainya sudah mencapai 11 Rp100 triliun.Produk konsumsi dimaksud adalah produk tertentu yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan, yakni pakaian jadi, mainan anak-anak, makanan dan minuman, produk elektronika, dan alas kaki.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan secara proporsional nilai impor itu memang masih jauh di bawah dari total pembelian barang konsumsi oleh rakyat Indonesia hingga pada Januari-September tahun ini yakni Rp2.150 triliun.“Meskipun nilai impor itu hanya 4,65% dari total konsumsi rakyat Indonesia, tetapi harus dicermati pertumbuhannya. Khusus Oktober year-on-year pertumbuhannya hingga 39,8%. Peningkatannya signifikan,” jelasnya hari ini.Bayu menuturkan Kemendag akan mencari tahu apa yang menyebabkan signifikannya pertumbuhan impor produk konsumsi.“Secara makro, memang bisa masuk logika karena pertumbuhan ekonomi Indonesia maju dan pendapatan per kapita kita mungkin saat ini sudah mencapai US$3.500. Tapi, tetapi harus dicermati, ada apa ini?” kata Wamendag.Ketua Umum Asosiasi Merek Indonesia (AMIN) Putri K. Wardani mengatakan saat ini memang di lapangan memang barang-barang konsumsi impor sudah semakin banyak masuk, seperti elektronika, kosmetika, dan makanan.Dia menuturkan Indonesia menjadi pasar yang dituju negara-negara pengimpor seperti China, setelah kondisi ekonomi lesu di Amerika Serikat dan Eropa.“Krisis di AS dan Eropa menambah berat kondisi karena kemungkinan besar pengalihan negara-negara tujuan ekspor ke pasar RI oleh negara yang bisa melakukan ekspor ke dua benua itu,” papar Putri.Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis impor RI sepanjang Januari-Oktober 2011 mencapai adalah US$145,68 miliar atau meningkat 33,03% dibandingkan dengan Januari-Oktober 2010 sebesar US$109,51 miliar.Sebesar 92% impor atau sekitar US$134 miliar impor berupa bahan baku, bahan penolong, dan barang modal. Adapun sekitar US$11,2 miliar merupakan barang konsumsi.Sementara itu, total ekspor Indonesia pada Januari-Oktober 2011 mencapai US$169,03 miliar, naik 34,88% dibandingkan dengan Januari-Oktober 2010 sebesar US$134,73 miliar.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top