Pemerintah tanggalkan status waspada

JAKARTA : Pemerintah menanggalkan status waspada yang melekat pada perekonomian Indonesia sejak 14 September lalu mengingat kondisinya sudah mulai stabil dan terkendali.Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan dalam beberapa hari terakhir
- Bisnis.com 30 September 2011  |  15:45 WIB

JAKARTA : Pemerintah menanggalkan status waspada yang melekat pada perekonomian Indonesia sejak 14 September lalu mengingat kondisinya sudah mulai stabil dan terkendali.Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan dalam beberapa hari terakhir rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, tetapi sekarang pergerakannya sudah mulai stabil. Kondisi perekonomian Indonesia secara umum relatif lebih terkendali dibandingkan negara lain di kawasan Asia sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada saat ini.“Kerja sama yang baik antara Bank Indonesia dengan pemerintah membuat kami semakin lebih meyakini bahwa kita hanya perlu waspada. Bahkan posisi yang sejak tanggal 14 September kami canangkan sebagai waspada, mungkin hari ini sudah bisa dilepas status waspadanya,” ujar dia di kantornya, hari ini.Menurut Menkeu, gejolak yang terjadi di dunia perlu diperhatikan pengaruhnya terhadap perekonomian nasional, terutama menyangkut kesesuaian asumsi-asumsi makro ekonomi yang sudah disepakati oleh sejumlah komisi di DPR.Pasalnya, memasuki September, proyeksi perekonomian dunia mengalami revisi turun dari 4,4% jadi 4% dan itu akan memengaruhi perekonomian neagra-negara maju dan berkembang. “Oleh karena itu nanti kami akan diskusikan ini [asumsi makro ekonomi 2012 bersama Badan Anggaran DPR]. Saya tidak bisa katakan [asumsi mana yang akan dikaji ulang] karena saat ini di tingkat kajian pemerintah,” tuturnya.Kendati kondisi perekonomian eksternal penuh ketidakpastian, Menkeu memastikan itu belum akan mengubah strategi pembiayaan APBNP 2011. Artinya, rencana penerbitan obligasi negara, baik yang berdenominasi rupiah maupun valas, tetap akan digelar sesuai dengan jadwalnya.Pada kesempatan terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai pergerakan harga saham di bursa nasional sudah cukup bagus, di mana IHSG saat ini lebih dari 3.500. Praktik jual dan beli saham adalah aktivitas perdagangan yang wajar terjadi, terlebih ketika tekanan global meningkat. “Itu kan biasa di pasar. Tidak perlu gaduh, tidak perlu binggung. Sekarang kan indeks menguat atau rebound dan capital inflow masuk lagi,” katanya.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top