Dukung swasembada pangan, ratusan ribu ha lahan disiapkan

JAKARTA: Kementerian Kehutanan siap menyediakan lahan ratusan ribu hektar untuk lahan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan. Syaratnya, pengelola harus tahu betul kondisi lahan dan berkomitmen mengelola lahan pertanian.Menteri Kehutanan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  14:59 WIB

JAKARTA: Kementerian Kehutanan siap menyediakan lahan ratusan ribu hektar untuk lahan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan. Syaratnya, pengelola harus tahu betul kondisi lahan dan berkomitmen mengelola lahan pertanian.Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan penyiapan lahan dari non-kawasan hutan itu dilakukan untuk mencapai swasembada pangan dan target surplus beras 10 juta ton pada 2014. Pihak Kemenhut bersedia memberikan luasan lahan berapa pun kepada pemohon izin yang benar-benar mengelola lahan untuk memproduksi komoditas sektor pertanian.“Bagi kami harus ada pengelolanya, siapa yang bertanggungjawab. Silakan, kalau diperlukan 200.000, 300.000 ha kami siap,” tuturnya saat membuka Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia XXXI di Jakarta hari ini.Selain di kawasan non-hutan, kawasan hutan juga boleh digunakan untuk lahan penanaman tanaman kehidupan, seperti padi, jagung, dan umbi-umbian. Statusnya hutan produksi konversi (HPK), yakni hutan rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa, dan hutan tanaman rakyat. Juga termasuk Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) dan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Perhutani.Zulkifli menuturkan porsi luas lahannya 10% hingga 15% dari kawasan hutan. Misal, kawasan hutan seluas 100.000 ha dipakai 10.000 ha untuk tanam padi.“Sebetulnya dari sektor kehutanan bisa menyumbang 5 juta hingga 6 juta ton pangan seperti beras, jagung, dan umbi-umbian,” ucapnya.Sejak 1998 hingga 2010 luas kontribusi pangan dari sektor kehutanan mencapai lebih dari 16,043 juta ha dengan luas rata-rata 6,341 juta ha/ tahun. Bentuknya kegiatan tumpangsari pada kegiatan rehabilitasi hutan, pembuatan hutan tanaman, hutan rakyat, dan lain-lain. Tingkat produksi pangan yang telah dihasilkan lebih dari 9,477 juta ton, setara pangan per tahun dari jenis padi, jagung, kedelai, dan sebagainya.Dengan potensi besar dari kawasan hutan yang bisa dikonversi menjadi lahan pertanian, Zulkifli minta pengelola atau penanggungjawab lahan tahu betul kondisi lahan untuk pertanian itu. Pemohon izin lahan seharusnya sudah tahu letak, luas, dan kondisi lahan sebelum mengajukan permohonan kepada Kemenhut. Data pemohon izin pun jelas dan komitmennya kuat untuk mengelola calon lahan pertanian itu.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top