Kemenkeu kembali ingatkan pemda soal pengendalian BBM

JAKARTA : Kementerian Keuangan kembali menuntut peran pemerintah daerah dalam mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi di wilayahnya masing-masing mengingat realisasinya per 23 September sudah mencapai 63,6% dari pagu Rp129,7 triliun. Menteri Keuangan
- Bisnis.com 29 September 2011  |  17:03 WIB

JAKARTA : Kementerian Keuangan kembali menuntut peran pemerintah daerah dalam mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi di wilayahnya masing-masing mengingat realisasinya per 23 September sudah mencapai 63,6% dari pagu Rp129,7 triliun. Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo mengatakan pelaksanaan kebijakan subsidi saat ini menjadi salah satu prioritas yang menjadi fokus pengamatan pemerintah. Pasalnya, alokasi anggaran negara yang sudah dialokasikan untuk itu sudah terpakai cukup besar, terutama subsidi untuk Bahan bakar minyak (BBM).“Kalau subsidi BBM tentu yang kami harapkan peranan dari pada daerah untuk ikut menjaga penggunaan subsidi agar bisa tepat sasaran dan tidak digunakan untuk kegiatan yang salah,” tegas dia di kantornya, hari ini.Sementara untuk subsidi listrik, Agus menekankan pada pasokan gas ke pembangkit-pembangkit listrik sebagai sumber bahan bakar alternative, selain BBM. Dengan demikian, diharapkan PT. Perusahaan Listrik Negara bisa melakukan penghematan dari sisi biaya produksi.Sementara itu, Direktur Perbendaharaan Negara, Agus Suprijanto mengungkapkan secara keseluruhan realiasi penyaluran subsidi per 23 September sebesar Rp129,8 triliun atau 54,7% dari pagu APBNP 2011 Rp237,2 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2010, yang baru sebesar Rp87,5 triliun atau 43,4% dari pagu 201,3 triliun.“Untuk realisasi subsidi energi per 23 September adalah Rp114 triliun atau 58,3% dari pagu di APBNP sebesar Rp195,3 triliun,” ujar dia.Khusus untuk subsidi BBM, kata Agus Suprijanto, realisasinya sudah mencapai Rp83,8 triliun atau 64,6% dari pagu Rp129,7 triliun, lebih tinggi dari realiasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 42,6 triliun atau 47,9% dari pagu Rp88,9 triliun. Sementara subsidi listrik, dalam periode yang sama sudah sebesar Rp30,1 triliun atau 45,9% dari pagu Rp65,6 triliun.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top