Wuih, kita setor U$S120 juta ke Asean Infrastructure Fund

JAKARTA : Indonesia bersama Vietnam akan menjadi negara penerima kucuran dana Asean Infrastructure Fund (AIF) terbesar di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu, Pemerintah Indonesia siap menyetorkan iuran senilai US$120 juta ke AIF pada tahun anggaran 2012.Menteri
- Bisnis.com 29 September 2011  |  15:10 WIB

JAKARTA : Indonesia bersama Vietnam akan menjadi negara penerima kucuran dana Asean Infrastructure Fund (AIF) terbesar di kawasan Asia Tenggara. Untuk itu, Pemerintah Indonesia siap menyetorkan iuran senilai US$120 juta ke AIF pada tahun anggaran 2012.Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan AIF telah diresmikan pembentukannya dalam pertemuan informal para menteri keuangan Asean di Washington D.C, pekan lalu. Pada kesempatan tersebut disepakati modal awal AIF sebesar US$482 juta dan ditargetkan pada 2020 nilainya meningkat menjadi US$4 miliar."Keliatan dari list proyek-proyeknya, yang sudah dipersiapkan, dua negara yang nanti paling besar akan menarik (dana AIF) adalah Vietnam dan Indonesia. Dan kami harapkan pada 2020, outstanding-nya sudah di US$4 miliar," jelas dia di kantornya, Kamis sore 29 September.Menurut dia, AIF baru akan beroperasi mendanai proyek-proyek infrastruktur negara-negara Asean setelah 80% dari modal awal yang diharapkan terkumpul. Sesuai rencana, AIF sudah bisa beroperasi  pada tahun depan guna menyelesaikan permasalahan infrastruktur kawasan."Indonesia akan menyetor di 2012, di RAPBN ada (alokasinya). Langsung US$120 juta," tuturnya.Dalam pertemuan yang digelar di sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional tersebut, AIF mengumumkan rencana penerbitan obligasi infrastruktur guna mencari sumber pembiayaan alternative, selain kewajiban negara anggota.Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro menuturkan ada 10 negara Asean plus Bank Pembangunan Asia (ADB) telah bersepakat untuk menutup kebutuhan modal awal AIF tersebut.Indonesia menjadi negara penyumbang AIF nomor dua terbesar setelah Malaysia yang menyetor US$150 juta, yakni sebesar US$120 juta,"ADB ketiga terbesar, kalau tidak salah," tuturnya.Menurut dia, keuntungan Indonesia mendukung pembentukan AIF agar bisa mendapatkan pinjaman untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur, dengan nilai yang lebih besar dari dana yang disetor.Namun, dia tidak menjelaskan berapa rasio pinjaman (leverage ratio) yang bisa didapat Indonesia nantinya. "Leverage-nya berapa, masih akan kami lihat karena belum operasional." (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top