Konsumsi Susu Cair Naik 2 Liter Pada 2014

JAKARTA: Kementerian Pertanian memprediksi pada 2014 konsumsi susu cair mencapai 13 liter/kapita/tahun, naik sekira 2 liter/kapita/tahun dibandingkan tahun 2012.Sedangkan, pada tahun ini, hingga September 2011, konsumsi susu di Indonesia baru 11,9 liter/kapita/tahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  18:18 WIB

JAKARTA: Kementerian Pertanian memprediksi pada 2014 konsumsi susu cair mencapai 13 liter/kapita/tahun, naik sekira 2 liter/kapita/tahun dibandingkan tahun 2012.Sedangkan, pada tahun ini, hingga September 2011, konsumsi susu di Indonesia baru 11,9 liter/kapita/tahun. Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Kementerian Pertanian Jamil Musanif mengatakan peningkatan konsumsi susu dapat dilakukan dengan cara mempromosikan minum susu. Lewat promosi, permintaan susu akan meningkat sehingga mendorong peningkatan produksi susu. Dia berharap ketika kondisi ini terjadi suplai susu cair 100% berasal dari dalam negeri.Itu dari sisi konsumen. Adapun, dari sisi peternak, Jamil menuturkan Kementan mendorong inudstri primer seperti pasteurisasi dan susu cup. Dengan dorongan ini peternak dapat menghasilkan susu cair, diolah sendiri, kemudian dijual.“Dengan cara ini harga jual bisa didongkrak. Misal, dia jual 200 ml susu cup seharga Rp2.000. Padahal, produksinya tidak sampai harga jual itu. Sedangkan, pemerintah memfasilitasi peralatannya,” kata Jamil usai acara peluncuran gerakan “Gara-gara Susu” dari Tetra Park di Jakarta hari ini.Peningkatan konsumsi ini, menurutnya, harus diiringi peningkatan produksi. Ketika konsumsi susu cair 13 liter/kapita/tahun pada 2014, produksi susu cair harus lebih dari 15 liter/ekor/hari. Untuk mencapai target produktivitas harus ditingkatkan dari angka produktivitas saat ini yang hanya 12 liter/ekor/hari.Jamil mengatakan peningkatan produktivitas sudah terangkum dalam program revitalisasi persusuan. Satu caranya, menyediakan semen beku untuk inseminasi di beberapa balai susu seperti di Batu Raden Jawa Tengah dan Lembang Jawa Timur.“Induk dari luar negeri, perbanyakan bisa diinseminasi di balai,” ucapnya.Peningkatan konsumsi dan produksi susu cair bisa jadi satu cara menurunkan penyerapan susu impor. Jamil memprediksi pada 2014 kebutuhan susu impor menurun 20% menjadi hanya 50% dari total kebutuhan susu di Indonesia. Hingga saat ini susu impor masih mendominasi Indonesia, mencapai 70% dari kebutuhan susu nasional. Sisanya, lokal.“Penyerapan lokal rendah karena kuantitas produksi lokal kita kurang, kurang dari 1 juta liter. Padahal kebutuhan susu kita 2,75 juta liter,” katanya.Kementan mencatat pada 2010 konsumsi susu di Indonesia hanya mencapai 11,9 liter/kapita/tahun. Angka ini masih sangat rendah dibandingkan India yang mencapai 42,8 liter/kapita/tahun, Malaysia dan Filipina 22,1 liter/kapita/tahun, dan Thailand 31,7 liter/kapita/tahun.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top