Pro & kontra lelang proyek Kalibaru kian riuh

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 28 September 2011  |  18:10 WIB

 

JAKARTA: Panitia lelang proyek Terminal Peti Kemas Kalibaru, Tanjung Priok menolak sanggahan PT Pelindo II terkait hasil keputusan lelang pra kualifikasi tender. 
 
Akibatnya, manajemen BUMN pengelola pelabuhan ini menilai panitia lelang Kalibaru kurang kompeten menangani proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok ini.
 
Wakil Ketua Panitia Pengadaan Badan Usaha Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok Sahat mengatakan sanggahan Pelindo II kurang berdasar sehingga tidak dapat diterima.
 
"Ada beberapa hal yang disanggah Pelindo II terkait hasil pra kualifikasi tender proyek Kalibaru, namun menurut kami selaku panitia, itu kurang mendasar," kata Sahat ketika dihubungi Bisnis, Rabu sore.
 
Menanggapi hal ini, Dirut Pelindo II RJ. Lino mengatakan pihaknya menilai panitia lelang kurang kompeten menangani proyek Kalibaru. 
 
"Mereka kurang pengalaman menangani pelabuhan, nanti ditakutkan terjadi dispute, proyek tersandera sehingga akan terjadi kongesti di pelabuhan Tanjung Priok, padahal pengembangan di Kalibaru ini sangat mendesak," kata Lino.
 
Dia menambahkan dengan demikian tidak ada gunanya tender dilanjutkan. "Besok [Kamis] akan digelar rapat di kantor Kemenko Perekonomian, khususnya membahas Kalibaru ini," kata dia.
 
Lino menambahkan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok sangat mendesak. Pada 2009, peti kemas yang ditampung masih mencapai 3,7 juta TEUs, pada 2010 menjadi 4,7 juta TEUS, 2011 menjadi 5,8 juta TEUs. 
 
Padahal, daya tampung hanya 5 juta TEUs. "Kalibaru ini mendesak, kalau proyek ini tersandera, akan mengganggu ekspor-impor non migas Tanah Air yang 70% dari Tanjung Priok. Kami siap melaksanakan dalam 1-2 bulan kedepan kalau langsung ditugasi," tegas dia. (arh)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top