Marco Polo raih kontrak US$8,5 juta

JAKARTA: PT Marcopolo Shipyard, pengelola galangan kapal di Batam yang dikuasai grup usaha logistik dan kelautan terintegrasi asal Singapura Marco Polo Marine Ltd, meraih kontrak perbaikan dan upgrade kapal dari pihak ketiga senilai US$8,5 juta atau
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 28 September 2011  |  18:42 WIB

JAKARTA: PT Marcopolo Shipyard, pengelola galangan kapal di Batam yang dikuasai grup usaha logistik dan kelautan terintegrasi asal Singapura Marco Polo Marine Ltd, meraih kontrak perbaikan dan upgrade kapal dari pihak ketiga senilai US$8,5 juta atau setara dengan Rp75,56 miliar. CEO Marco Polo Marine Sean Lee menyatakan kontrak tersebut sepenuhnya akan dikerjakan di galangan Batam yang memang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang juga telah terintegrasi dengan layanan jasa kelautan lainnya. Sayang, tak ada keterangan siapa pihak ketiga yang memesan kapal tersebut. "Order [perbaikan dan upgrade kapal] ini datang hampir tepat setelah kami menyelesaikan kapal pesanan untuk pelanggan yang lain. Order ini akan semakin menambah pendapatan kami dari lini operasi galangan kapal," ujarnya kepada investor di Bursa Efek Singapura, hari ini. Marco Polo Marine selama ini dikenal sebagai penyedia jasa logistik di Asia Tenggara yang fokus ke segmen energi, terutama batu bara. Grup ini juga membangun kapal yang mendukung aktivitas penambangan migas lepas pantai laut dalam di Australia, Thailand, juga Indonesia. Adapun, Marcopolo Shipyard adalah perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki Marco Polo Marine. Marcopolo Shipyard yang memiliki dua unit galangan kapal di Batam, Kepulauan Riau, menempati areal seluas 34 hektare. Lokasinya langsung berbatasan dengan bibir pantai Batam sepanjang 650 meter. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top