'Saatnya turunkan bunga'

JAKARTA: Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate bisa saja dilakukan sepanjang ekspektasi inflasi dipastikan rendah. Namun, bank sentral tetap harus memastikan kondisi likuiditas di pasar agar tidak memicu ekses dana di masyarakat.Kepala Ekonom PT Bank
Saeno
Saeno - Bisnis.com 27 September 2011  |  20:02 WIB

JAKARTA: Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate bisa saja dilakukan sepanjang ekspektasi inflasi dipastikan rendah. Namun, bank sentral tetap harus memastikan kondisi likuiditas di pasar agar tidak memicu ekses dana di masyarakat.Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti mengatakan penurunan BI Rate sangat tergantung dengan kondisi likuiditas perbankan. Menurut dia, pasokan rupiah saat ini sangat tinggi yang mencapai Rp400 triliun.Di samping itu, sambungnya, komitmen kredit yang belum dicairkan juga cukup besar, yakni mencapai Rp600 triliun, sehingga bisa didorong oleh penurunan suku bunga acuan."Dengan kondisi seperti itu, peluang bunga turun besar sekali," ujarnya Selasa 27 September.Namun, dia mengingatkan bank sentral harus benar-benar memperhatikan ekspektasi inflasi kedepan, jika masih tinggi BI Rate tidak perlu turun. Destry sendiri melihat belum ada indikasi kenaikan inflasi dari indikator yang ada."Pemeritah belum ada policy soal energi, berarti tekanan inflasi nggak ada, tapi dilihat dariadministrative food, perkiraan musim nggak seburuk tahun ini, komoditi nggak akan terganggu dan core juga nggak overheating, sehingga ke depan inflasi bisa diredam," jelasnya.Ekonom Senior ISEI Mirza Adityaswara menilai saat ini likuiditas rupiah cukup berlimpah, tetapi suku bunga rupiah tak terlalu tinggi buat ukuran Indonesia. Hal itu, lanjutnya, kredit bisa tumbuh 24 % secara tahunan.Menurut dia, yang ketat adalah likuiditas dolar AS, karena aliran dari perbankan Eropa berkurang , sehingga jika krisis kawasan tersebut terus membesar maka giro wajib minimum dolar AS boleh diturunkan lagi."Bank Sentral AS dan ECB [Bank Sentral Eropa] juga mengucurkan likuiditas dolar ke bank bank Eropa, sedangkan suku bunga rupiah hanya boleh turun kalau inflasi sudah terbukti turun dan stabil dibawah 5% sampai dengan tahun depan," ujarnya. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top