Stimulus dana proyek panas bumi dipertanyakan

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:00 WIB

 

 
JAKARTA: Pengembang panas bumi menyangsikan dana bergulir yang disiapkan Kementerian Keuangan ke sektor ini sebesar Rp1,2 triliun bisa dicairkan.
 
Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Abadi Purnomo mengatakan konsep dana bergulir untuk ekplorasi panas bumi yang disalurkan melalui PT Perusahaan Listrik Negara itu sebenarnya bagus, tapi tetap belum menjawab kekhawatiran para pengembang panas bumi.
 
”Pertanyaannya, kalau tidak bisa digulirkan, akan kemana dana itu? Siapa yang akan menanggung semua biaya [eksplorasi]? Konsep yang ditawarkan PLN itu bagus, tapi masih belum bisa menjawab pertanyaan, kalau gagal eksplorasinya, gimana?,” ujarnya hari ini.
 
Selain itu, menurut Abadi, eksplorasi panas bumi juga membutuhkan data-data pendukung lainnya, yang saat ini pemerintah belum bisa menyediakan itu secara memadai. 
 
Akibatnya, pengembang belum bisa betul-betul menghitung return of investment dari kegiatan pengembangan panas bumi.
 
”Selama ini data yang ditawarkan pemerintah itu belum konklusif. Untuk bisa diolah masih perlu data geologis dan geofisika. Jadi kita sebagai pembeli belum bisa menghitung dengan pasti return-nya. Nah, kalau kita ambil dana bergulir itu, khawatirnya nanti tidak ada yang bisa dikembalikan [jika eksplorasi gagal],” jelasnya.
 
Sebelumnya, PLN mengusulkan dana bergulir dari Kementerian Keuangan sebesar Rp1,2 triliun diberikan kepada PLN untuk mempercepat pengembangan proyek panas bumi yang selama ini tidak jalan.
 
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan pengembang selama ini harus ‘berjudi’ sebesar Rp75 miliar untuk mengetes apakah ada uap dari kegiatan eksplorasi panas bumi. Jika ternyata eksplorasi gagal, artinya uang tersebut menjadi hilang begitu saja. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top