Rendahnya penyerapan anggaran dipertanyakan

JAKARTA: Rendahnya penyerapan anggaran belanja negara tidak boleh terus menerus terjadi. Kementerian Keuangan dan Bappenas diminta mencari solusi dan berhati-hati dalam menyusun anggaran belanja kementerian/lembaga dalam RAPBN.Ekonom dari Universitas
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  15:18 WIB

JAKARTA: Rendahnya penyerapan anggaran belanja negara tidak boleh terus menerus terjadi. Kementerian Keuangan dan Bappenas diminta mencari solusi dan berhati-hati dalam menyusun anggaran belanja kementerian/lembaga dalam RAPBN.Ekonom dari Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih menilai masalah yang hampir setiap tahun terjadi ini, jangan sampai terjadi lagi. Menurut Sri, pemerintah harus segera mencari solusi terkait minimnya penyerapan anggaran ini. “Isu besarnya, Kemenkeu dan Bappenas harus memperbaiki sistem pengajuan anggaran Kementerian/Lembaga,” ujar Sri, hari ini.Meski pemerintah optimistis realisasi penyerapan anggaran akan mencapai lebih dari 90% di akhir tahun 2011, namun Sri menganggap waktu tiga bulan ini sudah terlalu mendesak, apalagi realisasi belanja modal baru sekitar 30%.“Belanja modal itu kan diharapkan bisa menggerakkan ekonomi, seperti untuk stimulus dan untuk memperbaiki infrastruktur jangka panjang. Sayang anggarannya,” ujar Sri.Sementara itu, upaya percepatan penyerapan anggaran, tambah Sri, harus dilakukan dengan hati-hati. “Penyerapan belanja modal pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi itu krusial. Proyek-proyek yang dibiayai harusnya implementatif dan berkualitas agar bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi, waktu 3 bulan ini terlalu mepet,” katanya.Berdasarkan data yang dirangkum oleh Direktur Jendral Perbendaharaan Negara Agus Suprijanto, pada periode 15 September 2011, anggaran belanja negara baru terserap sebesar Rp700,6 triliun atau 54% dari pagu APBN-P 2011 yang mencapai Rp1.320,7 triliun. Sementara itu, selama delapan bulan lebih, realisasi belanja modal APBN-P 2011 baru menyerap sekitar 30% dari total pagu Rp136,87 triliun.Sri berharap pemerintah dapat merencanakan tender dan prosedur administrasi proyek belanja modal dengan lebih baik juga melakukan verifikasi dan implementasi anggaran belanja dengan lebih serius agar sisa anggaran tidak menumpuk di akhir tahun dan cenderung menjadi tidak efisien. Padahal anggaran belanja modal merupakan instrumen krusial untuk menggerakkan perekonomian.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top