Stimulus ke sektor riil bisa tangkal krisis

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  14:17 WIB

 

JAKARTA: Sektor riil menantikan langkah konkrit pemerintah dalam merumuskan instrumen antisipasi dan mitigasi dampak krisis global melalui paket stimulus.
 
Didik J. Rachbini, Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, menilai stimulus merupakan instrumen yang mendesak dalam situasi krisis.  
 
"Stimulus fiskal sangat perlu dilakukan dalam menghadapi krisis. Defisit APBN yang dibuat sebagai ekspansi tidak boleh dipakai untuk kegiatan yang kurang produktif tapi diarahkan pada sektor-sektor yang perlu dukungan produktivitas lebih lanjut," ujar Didik saat dihubungi Bisnis, hari ini. 
 
Adapun sektor riil yang harus diberi stimulus, tambah Didik, adalah sektor industri menengah dan kecil (UKM), sektor pertanian dan sektor produktif lain  kelas menengah dan bawah yang mungkin paling rentan terkenan krisis. 
 
"Stimulus kepada UKM dapat membuka kesempatan kerja lebih banyak, sektor pertanian juga masih perlu diberi stimulus agar di pedesaan tercipta kesempatan kerja lebih banyak," papar Didik. 
 
Menurut dia, stimulus dari ekspansi anggaran perlu difokuskan pada upaya perbaikan infrastruktur ekonomi. 
 
Bentuknya, lanjut Didik, dapat berupa anggaran yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur padat karya di daerah, transportasi untuk rakyat, sarana perdagangan seperti pasar rakyat, infrastruktur produksi seperti irigasi, pengembangan mesin-mesin paska panen, dan perluasan kredit untuk UKM.
 
Selain itu, stimulus juga harus diarahkan kepada kegiatan perdagangan yang mengarah ke ekspor. 
 
Sektor riil khususnya ekspor, tambah Didik, akan terancam karena pasar di negara maju Eropa dan AS akan turun, maka stimulus harus diarahkan ke sektor yang terkena krisis. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top