Ekspor Jateng diyakini tak terpengaruh krisis global

SEMARANG: Kinerja ekspor Jateng diyakini tidak akan terpengaruh perlambatan ekonomi di Eropa, mengingat eksportir kini mempunyai pasar alternatif di luar kawasan itu.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Ihwan Sudrajat optimistis
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 September 2011  |  20:40 WIB

SEMARANG: Kinerja ekspor Jateng diyakini tidak akan terpengaruh perlambatan ekonomi di Eropa, mengingat eksportir kini mempunyai pasar alternatif di luar kawasan itu.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Ihwan Sudrajat optimistis target pertumbuhan kinerja ekspor Jateng 8% pada tahun ini tercapai dengan adanya beberapa negara baru yang masuk ke dalam 10 pasar utama ekspor Jateng, misalnya Brazil.Apalagi, kata dia, pertumbuhan ekspor Jateng hingga semester I/2011 sudah mencapai 25,18% terhadap periode sama tahun lalu yang sebesar US$1,95 miliar.“Saya harus jujur pasti akan ada pengaruhnya, tetapi kita punya pasar alternatif di luar pasar yang selama ini mendominasi, salah satunya Brazil,” katanya, seusai pemberian penghargaan kepada lima eksportir tangguh Jateng, kemarin.Krisis yang awal tahun melanda Yunani, Portugis dan Spanyol, sekarang sudah merembet ke Jerman, padahal Jerman menjadi salah satu negara di Eropa Barat yang jadi andalan kita.Brazil berhasil menggeser Belgia dan menempati urutan ke delapan dengan nilai ekspor mencapai US$79,7 juta hingga semester I/2011 atau berkontribusi sebesar 3,26% terhadap total ekspor Jateng, dengan komoditas antara lain tekstil dan barang dari tekstil; kayu, gabus dan jerami, kertas; kimia, plastik dan karet; mineral dan batuan serta logam.Sebelumnya, negara di kawasan Amerika Selatan itu termasuk pasar nontradisional yang bukan merupakan tujuan utama bagi ekspor Jateng.Ihwan mengatakan sepanjang semester I/2011, ekspor Jateng menunjukkan kinerja yang gemilang meskipun sejumlah negara tujuan ekspor utama dilanda krisis, dengan nilai ekspor rata-rata sebesar US$410 juta per bulan atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya US$350 juta per bulan.“Ini sesuatu yang luar biasa karena melebihi batas psikologis yang biasanya US$350 juta per bulan. Itu pun baru sampai Juli. Saya berharap pada Agustus-September yang biasanya merupakan bulan ekspor, nilai ekspor akan tetap terjaga meskipun sekarang ekonomi sedang lesu,” ujarnya.Seperti diketahui, situasi global tengah dibayangi ketidakpastian karena imbas krisis utang Yunani yang merembet ke sejumlah negara di kawasan Eropa dan pemulihan krisis ekonomi di Amerika Serikat yang belum tuntas.Ekspektasi perlambatan ekonomi dunia itu dikhawatirkan akan menurunkan daya beli di AS dan Eropa yang selanjutnya berimbas pada ekspor Jateng, padahal selama ini kedua kawasan itu menyerap 60% ekspor Jateng.Sementara itu, Dinperindag Jateng memberikan Penghargaan Eksportir Tangguh 2011 kepada lima eksportir yang selama ini mampu melakukan ekspor produk bernilai tambah selama tiga tahun berturut-turut, dengan tren yang meningkat dari tahun ke tahun.Kelima eksportir itu adalah PT Pindi Mulya Abadi, PT Diras Concept, PT Kayu Lima Utama, PT Indonesia Antique dan CV Haryan Handicrafts.“Kita serahkan pada momen krisis yang melanda Eropa dan AS. Kami ingin tunjukkan ke masyarakat bahwa krisis memang ada, tapi kita mampu bertahan, bahkan tumbuh,” katanya. (k16/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top